Mentawai Antusias Sambut Festival Olahraga Anak Usia Dini Kemenpora

Asdep OLK Kemenpora dr Bayu Rahadian SpKj saat membuka Bimtek Festival Olahraga Anak Usia Dini di Kepulauan Mentawai Padang, Sumatera Barat.

MENTAWAI – Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) getol menggerakkan masyarakat dengan program Ayo Olahraga. Kali ini masyarakat terluar Indonesia yang disambangi, yakni di Tuajebat, Kepulauan Mentawai, Padang, Sumatera Barat.

Di sana, kementrian pimpinan Menpora Imam Nahrawi itu mengelar Festival Olahraga Anak Usia Dini (Anak Pulau Terluar) pada 8-10 Agustus 2018. Masyarakat tampak antusias menyambut program ini. Bupati Mentawai Yudas Subaggalet hingga turun langsung membuka festival di Lapangan Jati, Tuajebat, Kamis (9/8).

Sebanyak 400 anak usia dini ambil bagian dalam festival yang mengetengahkan permainan dan olahraga tradisional. Kemudian 100 guru PAUD ambil bagian dalam bimbingan teknis olahraga usia dini yang dilaksanakan Rabu (8/8) di Kantor Bappeda Mentawai.

“Sungguh luar biasa sambutan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Mentawai untuk melaksanakan Festival Olahraga Anak Usia Dini dari Kemenpora ini. Saya dari Kemenpora mengucapkan terimakasih dan mudah-mudahan acara akan berlangsung meriah. Semoga ini bisa dipertahakan sehingga pemberdayaan olahraga ini bisa dipertahankan,” ujar Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus dr Bayu Rahadian SpKj dalam sambutannya saat membuka acara Bintek.

Menurut Bayu pelaksanaan festival olahraga anak usia dini pulau terluar ini merupakan salah satu pemberdayaan olahraga. Melalui acara digugah untuk melakukan olahraga dengan menggelorakan semangat Ayo Olahraga. Anak-anak menjadi perhatian karena sekarang banyak yang sudah lupa pada olahraga dan alam dan lebih asyik dengan gadget.

Dengan kembali memperkenalkan olahraga maka anak-anak diharapkan mau menggerakkan badan dan mengenal alam. Anak-anak harus kembali bugar sehingga bisa gesit, empati, berani, unggul dan sehat (Genius).Dipilihnya olahraga tradisional, kata Bayu, sesuai dengan pesan Menpora Imam Nahrawai agar jangan melupakan olahraga tradisional. Olahraga yang merupakan kekayaan budaya bangsa Indonesia jangan sampai punah. Jadi perlu digali, dipertahankan dan dikembangkan sehingga bisa mengeliminir pengaruh-pengaruh yang kurang baik dari budaya luar.

“Penyelenggeraan festival anak pulau terluar ini juga sesuai dengan Program Nawacita Bapak Presiden Joko Widodo yang menggerakan pembangunan dari pulau terluar. Mentawai merupakan daerah terluar Indonesia di Barat. Ini pagar terbarat kita untuk menjaga Indonesia,” ujarnya yang disambut tepuk tangan peserta Bintek.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga (Kedispora)
Mentawai Desti Seminora mengucapkan terimasih atas perhatian pemerintah melalui Kemenpora untuk menggelar program Festival Olahraga Anak Usia Dini Pulau Terluar. Masyarakat Mentawai sangat menyukai olahraga sehingga program ini tepat dilaksanakan di daerah terluar Indonesia ini. Untuk itu pihaknya bersemangat menyukseskan acara tersebut.

“Kami menampilkan tiga olahraga tradisional yaitu panahan, sasa dan patok lele. Untuk peserta kami siapkan 400 anak-anak usia dini dari Paud. Mereka akan didampingi 100 guru-guru Paud, taman kanak-kanak dan sekolah dasar kelas I. Setelah acara ini diharapkan anak-anak Mentawai makin gemar berolahraga dan juga kami menantikan program lainnya dari pusat untuk digelar di sini,” tutur Desti.

Sementara itu Kepala Bidang Usia Dini, Lansia dan Lembaga Pemasyarakatan Kemenpora
Agustin Rien Aryanti menjelaskan, festival bertujuan untuk mengangkat kembali olahraga usia dini dan memberi ruang gerak motorik. Dari masyarakatkan diajak untuk menganggap pentingnya olahraga.

Disebutkan, dalam acara Bintek ditampilkan pembicara yang kompeten dari berbegai lembaga. Ada Ketua Umum KOTI Pusat Suherman yang menyampaikan paparan tentang Pengenalan Olahraga Tradisional, perwakilan UNY Dr Hamid Anwar MPhil yang membawa paparan Model Olahraga Untuk Anak Usia Dini, pembicara dari British Council Indonesia tentang Pengembangan Life Skill Anak Usia Dini Melalui Sepakbola, dan Herka Maya Jatmika MPd yang memaparkan tentang Isu Dan Kontroversi Olahraga Usia Dini.

Para nara sumber akan memberikan arahan di lapangan pada pelaksanaan festival, Kamis. Sebelumnya digelar senam bersama yang dilanjutkan pelaksanaan permainan anak-anak usia dini berupa panahan, sasa, patok lele, balap karung, enggrang batok, lari balok, main gelindingan dan dampu.(kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!