Menteri Agama Akui Anak Buahnya Terlibat Jaringan Teroris Sidoarjo

JAKARTA- Pasca penggerebekan terduga teroris oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 di Perumahan Puri Maharani, Sukodono, Sidoarjo, Jawa timur Senin (14/5) lalu, muncul dugaan bahwa salah satu yang diamankan merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Agama (Kemenag) Kanwil Surabaya, Jawa Timur. Dia adalah Wikoyah istri terduga teroris Budhi Satrijo, 48.

Disinggung terkait hal ini, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Sarifuddin membenarkan jika Wikoyah adalah salah satu pegawainya di Kanwil Surabaya. Hal itu dipastikan setelah melalui penelusuran tim yang dirurunkan langsung ke lapangan.

“Informasi yang kami dapatkan dari Kanwil Kemenag Jatim dan sejumlah aparat Inspektorat Jenderal yang kami terjunkan kesana, memang betul terkonfirmasi hal itu,” ungkap Lukman di Istana Negara, Selasa (15/5).

Meski demikian Lukman menolak jika Kemenag disalahkan atas peristiwa ini. Sebab, dengan banyaknya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lembaganya yang mencapai angka 220 ribu orang, sangat sulit untuk mengontrol setiap gerak-gerik pegawainya, terutama di luar lingkungan kerja.

Di sisi lain Lukman menilai hal ini menjadi pembelajaran bagi lembaganya. Kemenag akan lebih ketat dalam membina pegawainya. Hal ini agar para ASN ini bekerja sesuai sumpah dan janjinya.

“Ini pelajaran bagi kami di Kemenag untuk lebih ketat meningkatkan kewaspadaan bahwa seluruh ASN dan keluarganya harus sesuai sumpah dan Janji saat dia dilantik dan taati undang-undang ASN,” imbuh Lukman.

Lebih jauh Kemenag secara tegas akan memberikan sanksi kepada pegawainya yang melakukan pelanggaran pidana. Hal ini untuk menimbulkan efek jera bagi pegawai lainnya.

“Kami di Kemenag akan tegas memberikan sanksi kepada seluruh ASN kita. Ketika yang bersangkutan melanggar hukum, sumpah, regulasi dan khususnya aturan ASN,” pungkas Lukman. (sat/JPC)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!