”Mereka Menari di Atas Bahaya”

Pelajar lintas negara yang berasal dari 14 negara terlihat heran dan terpukau dengan tarian piring yang dibawakan remaja Muratara. Penari yang tanpa rasa takut berjalan di atas piring membuat mereka mendadak takjub. Foto: Zulkarnaen/Sumeks

Pelajar Terpukau Lihat Tarian Piring

MURATARA – Tarian piring, yang dibawakan remaja Muratara, mampu membuat pelajar dari 14 negara terpukau. Para pelajar ini berasal dari Mesir, Vietnam, Hong Kong, Spanyol, Turki, Italia, Prancis, Cina, Nederland, Tunisia, Slovenia, Polandia, Ceko, dan Thailand.‎ Sengaja bertandang ke Muratara untuk menghadiri peresmian salah satu rumah makan.

Suguhan tarian tradisional ini membuat mereka mendadak takjub. ‘’Saya tak percaya menyaksikan tarian sambutan selamat datang tersebut. Saya pikir mereka menari dengan pisau mainan. Ternyata itu pisau asli, itu sangat ajaib. Mereka menari pelan sembari menginjak piring kaca,” kata Dani, pelajar dari Spanyol.

Dirinya mengaku baru pertama kali berkunjung ke Indonesia, melihat beragam budaya, dan keindahan alam yang sangat memesona. “Aku rasa ini sangat bagus, tarian tadi sangat mistis. Penari dan lagu menjadi satu, mereka menari dengan pelan di atas bahaya,” ucapnya.

Selain menyaksikan tarian ini, para pelajar juga berkunjung ke objek wisata Goa Napalicin di Kecamatan Ulu Rawas. ‎”Kami berencana mendatangi objek wisata di sini. Aku rasa itu sangat bagus. Di sini pemandangannya masih alami,” ucapnya.

Senada dikatakan Judith, pelajar asal Nederland. “Saya ingin menikmati waktu yang lama di sini, pemandangan alamnya sangat banyak. Tidak seperti di Nederland, di sana sudah sangat sedikit alam terbuka,” ujarnya.

Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe, yang mendampingi para pelajar lintas negara ini, mengaku sangat tersanjung atas kedatangan mereka. ‘’Selain mengunjungi objek wisata di Linggau, sekalian mempromosikan Muratara, karena di sini ada Goa Napalicin yang sudah terkenal,” ungkapnya.

Dikatakan, kunjungan pelajar ini merupakan promosi secara tidak langsung kepada wisatawan yang berasal dari negara tetangga. “Ke depan, kita harap banyak wisatawan yang sudah kenal objek wisata di wilayah kita, baik di Kota Lubuklinggau maupun Muratara,” pungkasnya. (cj13/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!