Merissa Sangkal Seluruh Tuduhan Oknum Brimob

JUMPA PERS: Merissa dan kuasa hukumnya saat jumpa pers terkait kejadian yang menimpanya beberapa hari lalu. Foto: Kemas/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Setelah hampir sepekan lamanya terbaring di rumah sakit akibat mengalami laka lantas tunggal akibat ditodong senpi jenis pistol revolver oleh oknum anggota Satbrimobda Polda Sumsel berinisial Briptu A (23), akhirnya Merissa Robert (25) pengemudi mobil Honda CRV putih nopol BG 1818 MM, muncul juga ke publik.

Kepada awak media usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus dugaan pengeroyokan yang dilaporkan Briptu A di Polsek Ilir Timur (IT) II, Senin (10/9) sore Merissa mengungkap fakta sebenarnya dari kejadian ini sekaligus membantah sejumlah pernyataan Briptu A yang disampaikan kepada polisi.

“Saya memberanikan diri untuk tampil ke publik karena saya merasa perlu untuk menjelaskan detil kejadian termasuk saya membantah apa yang disampaikan A baik dihadapan polisi ataupun media. Ini dimaksudkan agar tak terjadi kesalahpahaman,” imbuh wanita yang berprofesi sebagai model di ibukota ini.

Di kesempatan itu, Merissa yang didampingi tim kuasa hukumnya menegaskan mobil CRV yang mengalami laka lantas tunggal tersebut adalah miliknya, bukan milik A termasuk dia sama sekali tak melihat A dikeroyok oleh dua temannya, R dan A yang justru mencoba untuk menyelamatkan dirinya dari ancaman A.

“Itu bukan mobil dia seperti yang disampaikan ke polisi tapi mobil saya, dan saya sendiri nyetir itu mulai dari Venus hingga ke hotel Classie dan saat keluar dari Classie dibawah todongan pistol. Kalaupun dikatakan saat itu dia dikeroyok saya tidak lihat termasuk ucapannya yang menyebut salah seorang teman saya mengatakan saya keluarga pimpinan tertinggi Polri (Kapolri,red) itu juga tidak pernah saya dengar,” tegas Merissa yang mengaku masih ingat betul detil kejadian nahas yang dialaminya bersama Reni, temannya pada Kamis (30/8) dini hari lalu di Jl Bangau Kecamatan IT II tersebut.

Yang justru terjadi akibat kejadian ini selain mengalami luka dan trauma akibat laka lantas dirinya mengalami kerugian materiil disamping mobilnya yang rusak berat dan kini harus masuk bengkel.

Dia juga mesti menanggung biaya perbaikan beberapa warung milik warga di sekitar Jl Bangau yang hancur setelah ditabrak mobil yang dikendarai serta harus kehilangan perhiasan emas putih yang saat kejadian dikenakannya senilai Rp30 juta.

“Saat kejadian saya tidak ngundang dia tiba-tiba saja ada di Venus, dia sepertinya mengikuti saya karena sekitar tiga tahun lalu sebelum saya menikah kami sempat ada hubungan, tapi cuma dua bulan. Meski dia kerap menghubungi tapi tidak pernah saya gublis,” ucap korban. (kms)

Baca selengkapnya di harian Sumatera Ekspres Rabu (12/9). 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!