Minim Angkutan, Siswa Bergelantungan

Kurangnya angkutan umum membuat para pelajar SMA di Ogan Ilir naik atap bus untuk pergi ke sekolah. Foto: sardinan/Sumeks

INDRALAYA – Tidak hanya di desa, ternyata di ibu kota Kabupaten Ogan Ilir (OI), Kecamatan Indralaya, armada angkutan untuk pelajar masih sangat minim. Ketika akan berangkat ke sekolah, siswa harus berdesakan hingga bergelantungan di pintu kendaraan. Bahkan, ada yang sampai naik ke atap kendaraan.

Seperti terlihat kemarin (13/9), masih ada sopir yang membiarkan penumpang pelajar berdiri di pintu mobil dan duduk di atas atap bus. Para pelajar tersebut berhenti tidak jauh dari Mapolsek Indralaya untuk bersekolah di salah satu SMA.

“Wah, bahaya anak-anak itu, sampai naik di atas atap kendaraan. Kalau bus itu ngerem mendadak, pasti gek nyampak (jatuh),’’ kata warga berkomentar ketika melihat pelajar naik bus.

Tidak hanya armada bus, terlihat pula pelajar naik becak motor (bentor) melebihi muatan, hingga lebih dari lima orang. Padahal kapasitas bentor hanya untuk dua orang penumpang. “Petugas sebaiknya menertibkan semua jenis kendaraan umum, untuk mengangkut penumpang yang melebihi muatan,’’ pinta Adit, warga.

Kasat Lantas Polres OI AKP Yulius Pujiono menegaskan, kendaraan umum yang melebihi muatan harus ditindak tegas. Apalagi sampai ada pelajar bergelantungan di pintu mobil sampai ada yang di atas mobil.

“Sudah sering saya perintahkan kepada petugas di lapangan, untuk menindak tegas kendaraan umum yang mengangkut penumpang melebihi muatan. Karena berbahaya karena menyangkut keselamatan nyawa orang lain,” tukas AKP Yulius Pujiono. (sid/lia/ce4)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!