Minim Lampu, Masih Ada Jalan Amblas

15

Arus mudik Lebaran bakal ramai mulai pekan ini. Tapi jalan negara maupun provinsi sepenuhnya belum mulus. Masih ditemukan kerusakan, tanah lonsor hingga minimnya penerangan.
—————————————-

SEPERTI biasa setiap kali jelang Lebaran, pemerintah mengebut perbaikan jalan. Meski kebanyakan hanya tambal sulam. Itu terlihat saat penelusuran Sumatera Ekspres dari titik pertama ruas Jalintim (jalan lintas timur) Palembang-Betung. Perjalanan Kamis (15/6) siang relatif lancar. Tidak macet. Tak ada lagi lubang besar mencolok. Beberapa aspal jalan masih tambal sulam.
“Ada sekitar 9 km yang diperbaiki,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuasin, Supriadi. Kapolres Banyuasin AKBP Andri Sudarmadi Sik mengaku, tak banyak lagi titik Jalintim yang rusak. Perbaikan sudah dikoordinasikan dengan BBPJN.
Berbeda di jalur Jalinteng (Jalan Lintas Tengah) Banyuasin-Sekayu. Di sana jalannya cukup baik, tapi minim lampu. Ada beberapa ruas yang tidak punya garis jalan. Ada juga penyempitan di jembatan Km 62. Saat koran ini melintas, kondisi ini memicu kemacetan panjang di malam hari.
Hanya saja, disepanjang ruas Jalinteng Muba-Lubuklinggau minim penerangan. Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Muba, Wediansyah tak menampik PJU (penerangan jalan umum) di ruas Jalinteng sangat kurang. Mulai dari Kecamatan Sekayu, Lawang Wetan, Babat Toman, sampai Sanga Desa.
“Kalau jalan memang sudah baik, tapi kami imbau pengendara berhati-hati melintas malam hari. Apalagi kiri kanan jalan kebanyakan kebun dan hutan,” ujarnya. Pihaknya sudah ajukan penambahan PJU ke Balai Lalu Lintas Angkutan Jalan Sungai Danau dan Penyeberangan (LLAJSDP) yang berpusat di Jambi.
“Informasinya untuk penambahan PJU disiapkan dana Rp7 miliar,” terangnya. Karena itu, Kasat Lantas Polres Muba, AKP Rio Artha Luwih SH menyebut pihaknya memberikan imbauan hati-hati lewat spanduk dan baliho.
Untuk Jalintim Palembang-Jambi, tak ada lagi jalan rusak Beberapa titik rawan macet karena jalan rusak seperti di depan kantor Camat Babat Supat, Letang, depan Ponpes Assalam, Desa Peninggalan, sampai Bayung Lencir sudah diaspal. Tapi pemudik tetap harus mewaspadai titik rawan macet di pasar tumpah. Seperti kemarin (18/6) di sekitar pangkal jembatan atau kawasan Pasar Sungai Lilin dijaga ketat.
Selain pasar tumpah, pemicu macet juga banyaknya angkutan barang yang melintas. “Jadi anggota Poslantas selalu siaga mengatasi macet di sana,” ujar Kapolsek Sungai Lilin AKP Ardeva Lumy Sik. Selain itu, penerangan di beberapa titik Desa 108 Babat Supat, Srigunung Sungai Lilin, Bedeng Seng, Sinar Tungkal Tungkal Jaya juga minim.
Di Mura, Kapolres AKBP Pambudi, menerjunkan tim untuk melihat kondisi jalan di Kecamatan Muara Lakitan. Tampak ada jalan bergelombang dan berlubang diameter 3-4 cm dan kedalaman 30 cm. “Kita sudah cek, jalan rusak ini memang harus diperbaiki karena padat saat arus mudik,” sebutnya.
Dari Lubuk Linggau, koran ini memulai perjalanan menuju Tebing Tinggi, Empat Lawang. Dalam perjalanan 1,5 jam tersebut tak ada hambatan berarti. Jalan berkelok-kelok yang dilewati cukup bagus. Ketika menuju Lahat, di Kikim area masih ada jalan yang tambal sulam, bahkan di kawasan Gumay beberapa jalan tampak longsor. “Ada Pak Ogan,” bebermya.
Sementara, jalan penghubung Kota Pagaralam-Lahat justru ada yang terbis atau amblas ke bawah sekitar 30 meter. Sementara badan jalan tersisa 6 meter dari semula 8 meter. Itu tepatnya di Desa Tanjungbae Kota Agung, Lahat. Jika dibiarkan, jalur ini bisa putus total,
karena beberapa titik jalan pun akhirnya retak. “Kondisi ini mengancam pengendara,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pagaralam, Herawadi SSos. Kepala Dinas PU Pagaralam, H Haryadi Razak ST MM menjelaskan titik rawan di Lematang, Indikat, Dusun Bandar, Simpang Manna dan Pagardin. “Sudah kami laporkan ke Balai Besar Kementerian PU RI karena itu semua jalan negara,” pungkasnya.
Memasuki Jalinsum (Jalan Lintas Sumatera) Lahat-Muara Enim, masih ada perbaikan jalan beberapa lubang kecil. Masuk wilayah Muara Enim-Prabumulih, tidak terlalu baik. Hati-hati, banyak perlintasaan keret api (KA).
Di jalan ini lampu juga minim, alhasil perjalanan malam koran ini hanya hanya mengandalkan lampu kendaraan. Sebagian jalan berlubang.. Di daerah ini juga banyak ditemui perlintasan kereta api. Hanya saja, dari 6 lintasan yang dilalui, ada salah satu tanpa palang pintu kereta.
Kapolsek Rambang Dangku, AKP Bustomi mengaku pihaknya bersama warga juga swadaya perbaiki jalan seperti di jalur Kecamatan Ujanmas, Gunung Megang, Rambang Dangku. “Kita pun ikut menimbun Jalan Raya Desa Lubuk Raman yang berlubang antisipasi laka lantas,” terangnya.
Untuk Prabumulih, jalan relatif baik. Tak ada kerusakan berarti sampai menuju daerah Gelumbang. Tapi seperti daerah lain, lampu penerangan di kawasan ini perlu ditambah karena jalan gelap di malam hari. Kepala Dinas PU dan Tata Ruang (PUTR) Prabumulih, M Supi ST mengaku perbaiakn tak hanya jalur utama, juga Jalan Lingkar Timur Prabumulih sepanjang 33 km. “Jika Pasar Prabumulih macet, pemudik bisa melintas di sana. BBPJN sudah memperbaikinya dengan anggaran Rp40 miliar,” bebernya.
Untuk Jalintim Ogan Ilir-Palembang masih banyak lubang kecil dan penerangan yang minim.Sedang jalan provinsi dari Kecamatan Tanjung Raja – Lubuk Keliat – Muara Kuang rusak berat. Terparah di Desa Belanti Tanjung Raja, Ulak Kembahang Lubuk Keliat, sampai Desa Nagasari, Serikembang Muara Kuang.
“Itu sudah berlangsung lama, tidak ada tanda bakal diperbaiki,” kata Yusmardi (45), warga Desa Belanti. Seringkali truk terbalik atau patah as karena lubang yang dalam. “Perbaikannya akan kami koordinasikan dengan provinsi karena statunya jalan provinsi,” kata Kadinas PU dan Penataan Ruang Pemkab OI, H Muhsin Abdullah.
Bagaimana kondisi Jalintim OKI? Secara umum, kondisi dari Kayuagung sampai Batas Lampung sudah baik. Kasat Lantas OKI AKP Polin Pakpahan mengungkap jalintim OKI bisa dilalui dengan lancar. Tinggal penambalan jalan seperti di kawasan Dabuk Rejo Lempuing. “Perbaikan sejak beberapa minggu terakhir,” terangnya. Ada alternatif ke Lampung, lewat OKU Timur-Tanjung Lubuk, tapi jauh.
Menurut Kanit Laka Ipda Tri Sapto ada lima titik rawan kecelakaan. Yakni di Tikungan Air Jernih (Km 97) Desa Mulyaguna, Teluk Gelam, Tikungan Pasar Muara Burnai I (Km 105) Lempuing Jaya, Tikungan Desa Tugu Jaya (Km 125) Lempuing Jaya, Tikungan Dabuk Rejo (Km 160) Lempuing dan Tikungan Surya Adi, Kecamatan Mesuji (Km 180).
Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan dan Jembatan Metropolitan BBPJN III, Demsi Saad menyebutkan, Jalintim, Jalinteng, dan Jalinsum sudah siap dilalui angkutan mudik. “Sesuai arahan Ditjen Bina Marga. Siap itu dalam kondisi tanpa lubang, memiliki bahu jalan, marka-marka, dan rambu-rambu. Komponen ini menjadi prioritas,” ujarnya. Dia mengklaim, semua kerusakan jalan di wilayahnya sudah dituntaskan.
“Area kerja Metropolitan yang dilewati jalur mudik itu yakni Betung-Batas Palembang, Jl Alang-Alang Lebar, Soekarno Hatta, Alamsyah Ratu Prawira, Yusuf Singadekane dan Srijaya. Total panjangnya sekitar 83 km,” ujar Demsi. Jalan itu di-overlay (diaspal ulang). Seperti di Banyuasin pada Km 30-33 km, km 60, dan Betung arah Palembang sepanjang 7 km dengan dana Rp34,99 miliar. Lalu, perbaikan di Jl Alang-Alang Lebar arah Betung 2 km sekitar Rp9 miliar.
Kata Kepala BBPJN V, Ir Zamharir, sejak H-10 Lebaran kondisi jalan semuanya sudah fungsional. “Dalam artian, semuanya mantap dan bisa dilalui kendaraan,” imbuhnya. Meskipun ada perbaikan, tersisa beberapa titik saja. Prioritas BBPJN yaitu Jalintim meliputi batas Jambi, Peninggalan, Sungai Lilin, Betung, Palembang, Inderalaya, dan Pematang panggang. “Untuk menjaga ketahanan jalan, total anggaran yang digelontorkan keseluruhan Rp1,15 triliun untuk Sumsel, Rp200 miliar untuk Babel, dan Rp600 miliar untuk Lampung,” pungkasnya. (tim)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!