Miryam Beralasan Sakit

102
Miryam S Haryani Foto:Dok JPNN

JAKARTA – Miryam S. Haryani kembali mengabaikan panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Politikus Partai Hanura yang dijadwalkan diperiksa kemarin (18/4) itu tidak memenuhi panggilan karena alasan sakit. Anehnya, rekomendasi istirahat yang mengacu surat keterangan dokter itu tepat dengan hari pemeriksaan.
Aga Khan, pengacara Miryam menyatakan tidak tahu apa penyakit kliennya. Dia hanya menyebut mantan anggota komisi II yang kini duduk di komisi V DPR itu kemungkinan besar kelelahan usai mengikuti acara Paskah pada Jumat (14/4). ”Minggu lalu (tidak hadir) karena dia (Miryam) mau ada perjamuan Paskah. Kami minta izin dan diberikan sama KPK,” ujarnya di gedung KPK, kemarin (18/4).
Aga mengatakan, Miryam sempat dibawa ke rumah sakit di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Sayang, dia tidak mau menyebut siapa dokter yang memberikan rekomendasi istirahat dua hari untuk perempuan yang tersandung kasus dugaan memberikan keterangan palsu di sidang kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) itu. Begitu pula soal apakah Miryam menjalani rawat inap atau jalan.
”Saya sebetulnya tidak bertemu dia (Miryam), jadi belum tahu keadaannya. Tadi saya dapat surat (keterangan dokter) di kantor saya dari salah satu stafnya (Miryam),” dalih pria yang juga pernah jadi pengacara Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) itu. Aga memastikan kliennya bakal memenuhi panggilan KPK bila sudah pulih dari sakit. ”Presiden saja (kalau dipanggil) harus hadir,” tuturnya.
Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Lili Pantali Siregar mengatakan, syarat formil yang diajukan pihak Miryam itu bisa dicek bila penyidik merasa ragu. Sebab, untuk menentukan langkah hukum bila saksi mengajukan permohonan penundaan pemeriksaan merupakan kewenangan penyidik. ”Tinggal penyidik saja bersikap,” katanya kepada Jawa Pos.
Lili enggan berkomentar soal kemungkinan alasan sakit yang diajukan Miryam merupakan strategi mengulur-ulur pemeriksaan. Menurutnya, semua warga negara memang memiliki hak untuk mengajukan permohonan penundaan pemeriksaan penegak hukum dengan beberapa alasan. Salah satunya sakit yang dibuktikan dengan keterangan dokter. ”Semua dapat dirasakan naluri penyidik,” imbuhnya.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, penyidik berencana mengagendakan kembali pemeriksaan Miryam pada Kamis (20/4). Jadwal itu lebih cepat dari yang diminta pengacara Miryam, yakni Rabu (26/4) pekan depan. ”Yang kami terima itu (surat) istirahat pada tanggal 18 dan 19, kami tentu akan pelajari lebih dulu,” terang Febri. KPK kembali mengancam menjemput paksa Miryam bila tidak hadir di pemeriksaan selanjutnya. (tyo/air)

Diskusi & Komentar

More News!