Modal Apik Awal Musim

Yu Hyun Koo, kapten Sriwijaya FC, bersama rekan-rekannya sapa penonton usai laga. Foto: Kris Samiadji/Sumeks

PALEMBANG – Pelatih Oswaldo Lessa bisa santai sejenak. Arsitek asal Brasil ini untuk sementara mampu melepaskan beban dan kekhawatiran di skuat Sriwijaya FC. Tim berjuluk Laskar Wong Kito di empat laga awal hanya mampu koleksi empat poin dan terjun bebas ke papan bawah klasemen, kini melesat ke papan atas dengan mengemas dua kemenangan 2-1 dari Persiba Balikpapan dan unggul 3-2 atas Barito Putera.

Dua kemenangan itu tidak hanya menambah koleksi Sriwijaya FC menjadi 10 angka di enam laga awal. Raihan poin ini juga menjadi koleksi poin terbanyak di enam laga awal kompetisi kasta tertinggi Sriwijaya FC selama tampil di kasta tertinggi Liga Indonesia. “Kami bisa meraih hasil ini, resepnya adalah tetap tenang setelah kalah dua kali beruntun dan tetep semangat,” ungkap asisten pelatih Sriwijaya FC, Hartono Ruslan.

Saat Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016, di enam laga awal, Sriwijaya FC di bawah kendali Widodo C Putro koleksi sembilan poin. Ini setelah koleksi 2 kemenangan, 3 kali imbang, dan 1 kali tumbang. Sementara pada musim Indonesia Super League (ISL) 2014, di enam pertandingan awal Sriwijaya FC menabung 8 poin dari 2 kali kalah, 2 kali seri, dan 2 kali menang.

Kemudian di musim ISL 2013, Sriwijaya FC juga hanya mampu koleksi 8 angka dari 6 pertandingan awal. Poin ini diraih dari 2 kali menang, 2 kali imbang, dan 2 kali tumbang. Adapun pada ISL 2009/2010, Sriwijaya FC mampu koleksi 10 poin dari 6 pertandingan setelah bukukan 1 kali imbang, 2 kali tumbang, dan 3 kali menang.

Di musim ini, Sriwijaya FC menutup rivalitas berada di peringkat kedelapan dengan total 48 poin. “Tentu kemenangan kemarin menjadi modal penting kami menghadapi pertandingan berikutnya. Syukur bisa mempertahankan tren ini dan terus merangkak naik,” jelasnya. (kmd/ion/ce4)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!