Momen Patahkan Rekor Imbang

PALEMBANG – Sriwijaya FC kedatangan tamu istimewa. Pada laga kedua putaran kedua atau pekan 19 Liga 1 2017, klub berjuluk Laskar Wong Kito akan menjamu Semen Padang FC di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Jumat (11/8) malam (live TV One, 18.30 WIB).

Kenapa spesial? Karena Kabau Sirah, julukan Semen Padang, merupakan “saudara” klub kebanggaan masyarakat Sumsel ini. Ya, kedua kesebelasan sama-sama berasal dari daratan Sumatera.

Tentu laga dalam balutan derby ini akan semakin bergengsi. Karena baik tuan rumah maupun tim tamu sama-sama ingin buktikan siapa terbaik di Andalas, julukan Pulau Sumatera.

Pertandingan diprediksi bakal berjalan ketat. Mengingat kedua kesebelasan sama-sama mengincar kemenangan, demi keluar dari zona papan bawah. Yu Hyun Koo bersama teman-teman kini berada di posisi 13 klasemen sementara dengan koleksi 24 poin.

Tentu tidak mau kehilangan momentum untuk segera menyalip posisi tim Urang Awak yang hanya berjarak satu poin (25 poin) di atas Sriwijaya. Dengan modal kemenangan 1-0 atas Pusamania Bonero, di Stadion Segiri, Samarinda, (7/8), tim besutan Hartono Ruslan cukup percaya diri bisa hasilkan poin maksimal.

“Pada dasarnya pertandingan besok (hari ini, red), kita sudah siap semua. Fisik, taktik, mental, semua siap. Mudah-mudahan bisa menghasilkan yang terbaik untuk Sriwijaya. Dan kita juga berambisi untuk mecahkan rekor-rekor karena kita bisa dibilang selalu kesulitan setiap kali ketemu Semen Padang pada laga-laga sebelumnya,” tutur Hartono dalam sesi press conference jelang laga, kemarin (10/8).

Baca Juga :  Anjlok Lagi, Turun ke Jalan

Dari lima pertemuan terakhir, Sriwijaya memang belum sekalipun pulang dengan kepala tegak. Satu kali mengalami kekalahan ketika bertemu di Stadion H Agus Salim (15/7/2016) dengan skor 1-2. Sedangkan sisa empat pertandingan hanya imbang. Begitupula, pada pertemuan pertama musim ini di Stadion H Agus Salim Padang, (17/4), juga hanya main imbang dengan kedudukan 1-1.

Rapor kurang baik justru jadi motivasi Hartono. Dia minta agar semua anak asuhnya bisa kembali merontokkan rekor, seperti saat memantahkan rekor Pusamania Boneo FC tidak pernah kalah pada laga kandang.

“Semen Padang itu tim yang tidak banyak perubahan itu membuat team work mereka cukup kuat. Jadi kami tidak mewaspadai satu persatu pemain, tetapi lebih pada seluruhnya. Tetapi untuk ketajaman, mungkin hanya pada sektor winger mereka, yang memang punya kelebihan,” tutur pelatih kelahiran, Malang, Jatim ini.

“Kami juga tidak melihat, kondisi mereka yang tidak lagi memiliki marquee player (Didier Zokora karena dilepas). Karena Semen Padang tetap punya team work yang baik, itu kelebihan mereka yang menurut saya harus diwaspadai,” tambahnya.

Di sisi lain pelatih Semen Padang, Nil Maizar, juga tidak mau timnya hanya jadi korban pelampiasan Sriwijaya. Target tinggi pun tetap dikejar Irsyad Maulana bersama kolega, setidaknya bisa memperpanjang rekor bagus, tidak pernah kalah setiap bermain di Gelora Sriwijaya.

Baca Juga :  Latihan Garuda Muda Tak Steril

“Yang jelas anak-anak harus fokus bisa menghadapi Hilton Moreira dan kawan-kawan. Semoga bisa menjalankan secara maksimal. Saya kira ini normal, jika derby Sumatera pasti akan hangat karena di Sumatra hanya ada dua Palembang dan Padang. Pasti akan seru dan menarik, siapa yang terbaik itu yang akan jadi pemenang,” ungkap Nil.

Pria yang kerap berpenampilan modis inipun, mengaku tidak terpengaruh dengan kondisi Sriwijaya FC yang memang lebih di bawah Semen Padang. “Memang, saya rasa seharusnya Sriwijaya FC tidak berada di posisi sekarang, tetapi di sepak bola memang bisa. Seperti Persib Bandung, Semen Padang juga seharus tidak di posisi itu (papan bawah). Memang kekuatan tim seluruh kompetisi ini cukup berimbang, bisa saling mengalahkan, dan jarak poin satu dengan yang lain juga tipis. Ini yang patut jadi waspada kami setiap kali bertanding,” pungkasnya. (cj11/ion/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!