Mual dan Muntah, Jangan Paksakan Puasa

Foto: Hatta/Sumatera Ekspres

Ibu hamil dalam ajaran Islam boleh-boleh saja berpuasa asalkan tidak membahayakan janin dan dirinya. Jika dirasa tidak sanggup berpuasa, bumil boleh menggantinya di hari lain setelah melahirkan atau dengan membayar fidyah. Namun bagaimana dari sisi kesehatan jika bumil ingin tetap hamil?
Tentu jika bumil ingin tetap berpuasa harus berkonsultasi dengan dokter kandungan. Jika fisiknya lemah dan justru membahayakan maka dianjurkan tidak berpuasa. “Wanita hamil tidak diwajibkan puasa karena bisa menggantinya di lain hari,” kata Ahli Gizi dari Universitas Indonesia (UI) Diah M.
Diah menjelaskan jika bumil misalnya mengalami mual muntah yang hebat, serta tidak bisa makan dalam jumlah banyak maka berpuasa baginya tidak dianjurkan. Sebab, dalam kondisi itu barangkali bumil harus makan dalam frekuensi sering. “Karena jika dipaksakan akan mengganggu perkembangan janin dan kesehatan ibu hamil sendiri,” paparnya.
Diah melanjutkan namun jika bumil merasa kuat dan sehat boleh saja berpuasa. Hal itu didukung dengan pertambahan berat badan selama hamil juga baik. Tentu hal itu sesuai dengan rekomendasi dokter.
Sebab selama kehamilan, bumil harus mendapatkan asupan gizi yang terbaik. Masa kehamilan hingga menyusui tentu menjadi momen luar biasa bagi perempuan. Dibutuhkan angka kecukupan gizi atau nutrisi pada setiap proses kehamilan.
Selain itu, bunda harus memahami untuk mempersiapkan buah hati yang berkualitas dibutuhkan gizi berimbang yang asupannya berbeda ketika tidak sedang hamil. Hal itu disebabkan masa keemasan bayi dimulai dari usia nol tahun hingga seribu hari pertama. (wly/vin)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!