Muhammad Ali Tak Butuh Pengampunan Trump

Donald Trump and Muhammad Ali. Foto: Donald Trump Twitter

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku sedang mempertimbangkan untuk memberi pengampunan pada petinju legendaris Muhammad Ali. Trump sebelumnya telah memenuhi permintaan Kim Kardashian untuk mengampuni Alice Marie Johson. Wanita 63 tahun itu divonis pidana seumur hidup dalam kasus narkoba.

Hal tersebut disampaikan sang miliarder nyentrik di Gedung Putih sebelum bertolak menuju Quebec, Kanada untuk menghadiri KTT G7. Donald Trump mengatakan, nama Muhammad Ali termasuk dalam daftar 3.000 orang yang sedang dipertimbangkannya untuk diberi pengampunan. Alasannya, “karena mereka telah diperlakukan dengan tidak adil,” kata Trump seperti dikutip dari BBC News, Sabtu (9/6). “Saya memikirkan Muhammad Ali. Saya memikirkan soal itu dengan sangat serius, juga hal-hal lainnya,” kata Trump.

Muhammad Ali dinyatakan terbukti bersalah pada 1967, saat petinju bernama asli Cassius Clay itu menolak ikut wajib militer dalam Perang Vietnam. Kala itu, Ali mendasarkan penolakannya pada keyakinan agama, dan penentangannya pada keterlibatan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam.

Pihak kuasa hukum Muhammad Ali pun langsung bersuara. “Kami menghargai sentimen Presiden Trump, namun pengampunan tersebut sama sekali tak diperlukan,” kata pengacara Ron Tweel dalam pernyataannya. Putusan Mahkamah Agung pada 1971 menjadi dasar penolakan pihak Muhammad Ali. “Tak ada dasar yang menyakinkan mengapa pengampunan diperlukan,” kata pengacara, mengomentari Donald Trump.

Muhammad Ali adalah penentang utama Perang Vietnam. Menurut dia, terjun ke pertempuran yang ia yakini bertentangan dengan Islam, rakyat AS, juga dirinya sendiri. Komentar Trump soal Muhammad Ali dilakukan setelah ia mengampuni komentator politik konservatif Dinesh D’Souza dan Alice Johnson — atas lobi Kim Kardashian West. Donald Trump juga mengampuni Martha Stewart dan mantan gubernur Illinois Rod Blagojevich. Suami Melania Trump tersebut baru-baru ini juga menyebut, ia punya ‘hak mutlak’ untuk mengampuni dirinya sendiri terkait penyelidikan campur tangan Rusia dalam Pemilu AS 2016 — meski dia selalu berdalih tak melakukan kesalahan apapun.

Kembali ke Muhammad Ali, Donald Trump berkali-kali menyatakan kekagumannya terhadap tokoh legendaris tersebut. Ia mengunggah foto pertemuannya dengan Ali di Instagram. Donald Trump juga menyampaikan ucapan duka saat sang petinju meninggal dunia. Sementara, Muhammad Ali terang-terangan menentang rencana Trump, saat itu masih jadi capres AS, yang akan melarang muslim masuk AS. “Saya seorang muslim. Adalah bukan tindakan yang Islami membunuh orang-orang tak berdosa di Paris, San Bernardino, atau siapa pun di dunia,” kata Ali seperti dikutip dari ABC News, Kamis 10 Desember 2015. (abc/int)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!