Muncul Lubang Misterius, Ribuan Ikan Tersedot

Lubang misterius di tengah kolam di Perkemahan Baruh Bunga, Barabai. foto: zepi: radar banjarmasin

HULU SUNGAI TENGAH – Ribuan ikan nila dan lele yang diternakkan di kolam di perkemahan Baruh Bunga, Barabai, Kalimantan Selatan, mendadak hilang karena tersedot dalam lubang tiba-tiba muncul.

Lubang misterius tersebut muncul karena tanahnya amblas di tengah kolam. Karena diameter lubang besar mencapai 3 meter, praktis seluruh air tersedot beserta ribuan ikan nila dan lele siap panen.

Lubang itu awalnya hanya berdiameter satu meter. Namun, setelah kolam mengering, lubang misterius itu memiliki diameter tiga meter.

Saat ini, lubang misterius itu menjadi perhatian warga. Berdasar pantauan Radar Banjarmasin, banyak warga yang mendatangi tempat itu.

“Dataran di sini memang tinggi berbukit. Ada juga sejumlah titik sumber air dingin. Namun, kejadian seperti ini baru yang pertama,” ujar warga bernama Harli, Selasa (26/12).

Rizki yang merupakan pemilik tempat wisata outbound itu mengatakan, lubang misterius tersebut kali pertama muncul pada Minggu (24/12) pagi.

Menurut Rizki, awalnya hanya muncul riak dan gelembung udara dari titik lubang yang terlihat di permukaan kolam.

“Dikira ada biawak besar masuk kolam dan memangsa ikan-ikan kami. Seperti biawak yang sedang mengamuk,” ujar Rizki.
Dugaan Rizki ternyata meleset. Dalam hitungan menit, air kolam menyurut.

Baca Juga :  Konser di Banjarmasin, Elpamas Bawakan Dua Album

Lubang besar akhirnya terlihat. Sementara itu, ribuan lele dan nila tersedot.

Detik-detik surutnya kolam itu menyebar luas di jejaring sosial Instagram.

“Mulanya cuma satu meter, lalu membesar hingga seperti sekarang. Dalam hitungan menit, semuanya ludes tersedot lubang. Kami juga bingung ke mana perginya ikan-ikan itu,” imbuh Rizki.

Dia menambahkan, tanah di tempat wisata itu landai. Di atas tanah itu tumbuh pohon kelapa.

Setelah itu, pohon kelapa tersebut ditebangi. Rizki sendiri saat ini hanya bisa pasrah.

“Kalau sudah tampak normal, lubangnya tidak bertambah besar, kami akan coba timbun dengan tanah. Ditambal pakai cor semen,” kata Rizki. (zay/ay/ran)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!