Myanmar Akhirnya Bebaskan Dua Wartawan yang Terbangkan Drone

Jurnalis Malaysia Mok Choy Lin. Foto: AP

Myanmar membebaskan dua wartawan asing bersama dua warga lokal pemandu mereka yang sebelumnya ditahan selama dua bulan karena merekam gedung parlemen di Ibu Kota Naypyitaw menggunakan pesawat tanpa awak (drone). Wartawan Singapura Lau Hong Meng dan Mok Choy Lin dari Malaysia, bersama dengan pekerja lokal mereka Aung Naing Soe dan sopir Hla Tin ditangkap pada 27 Oktober lalu. Keempatnya dianggap melanggar UU 1934 Angkatan Udara Myanmar.

Kemarin polisi membatalkan hukuman tambahan bagi mereka dan menyatakan mereka akan dibebaskan pada 5 Januari, tapi kemudian keempatnya sudah dibebaskan hari ini. Aung Naing Soe mengatakan kepada Reuters, mereka sempat terkejut ketika pertama ditangkap.

“Kami mendadak ditangkap, dan sekarang kami sangat senang dan tidak menduga bisa dibebaskan seperti ini. Sampai malam tadi kami tidak tahu bahwa kita akan dibebaskan di pagi hari sampai malam tadi,” kata Aung Naing Soe, seperti dilansir dari TIME, Jumat (29/12). Sebelumnya, mereka berempat menghadapi tuntutan tiga tahun penjara menurut undang-undang ekspor impor Myanmar, karena membawa drone tanpa ada izin. Selain itu, Lau Hong Meng dan Mok Choy Lin juga menghadapi tuntutan imigrasi dengan hukuman sampai lima tahun penjara.

Baca Juga :  Edarkan Sabu kepada Pelajar

Kantor berita Associated Press melaporkan, kuasa hukum mereka, Khin Maung Zaw, mengatakan pihak berwenang Myanmar membatalkan dakwaan tambahan setelah menyimpulkan kalau wartawan tersebut tidak menimbulkan ancaman keamanan nasional, dan juga untuk menjaga hubungan diplomatik dengan tetangga ASEAN mereka. (time/int)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!