Napi Tak Kabur, Mereka Kesal Terus Dimintai Uang

Perwakilan Napi berkumpul di aula Lapas. Hadir dalam dialog itu, Kalapas Narkotika Kelas III Palembang Reza Yudistira Kurniawan AMD IP SH MSi, Dirres Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Tommy Aria Dwianto, Kepala Divisi (Kadiv) Pemasyarakatan Kanwil KemenkumHAM Sumsel, Zulkifli B, Asisten III Pemkab Banyuasin Yusuf, dan juga Dandim Muba/Banyuasin 0401 Letkol Czi Mulyadi. Foto: Hatta/Polres Banyuasin for SumeksPerwakilan Napi berkumpul di aula Lapas. Hadir dalam dialog itu, Kalapas Narkotika Kelas III Palembang Reza Yudistira Kurniawan AMD IP SH MSi, Dirres Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Tommy Aria Dwianto, Kepala Divisi (Kadiv) Pemasyarakatan Kanwil KemenkumHAM Sumsel, Zulkifli B, Asisten III Pemkab Banyuasin Yusuf, dan juga Dandim Muba/Banyuasin 0401 Letkol Czi Mulyadi. Foto: Hatta/Polres Banyuasin for SumeksPerwakilan Napi berkumpul di aula Lapas. Hadir dalam dialog itu, Kalapas Narkotika Kelas III Palembang Reza Yudistira Kurniawan AMD IP SH MSi, Dirres Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Tommy Aria Dwianto, Kepala Divisi (Kadiv) Pemasyarakatan Kanwil KemenkumHAM Sumsel, Zulkifli B, Asisten III Pemkab Banyuasin Yusuf, dan juga Dandim Muba/Banyuasin 0401 Letkol Czi Mulyadi. Foto: Hatta/Polres Banyuasin for Sumeks

Kemarahan ratusan narapidana Lapas Narkotika Kelas III Palembang di Serong, Sukomoro, Banyuasin yang berhasil “menguasai” Lapas, tidak membuta mereka kabur. Dengan pendekatan dan negosiasi, akhirnya para napi urung kabur. Mereka lalu berkumpul untuk di aula lapas.

Hadir dalam dialog itu, Kalapas Narkotika Kelas III Palembang Reza Yudistira Kurniawan AMD IP SH MSi, Dirres Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Tommy Aria Dwianto, Kepala Divisi (Kadiv) Pemasyarakatan Kanwil KemenkumHAM Sumsel, Zulkifli B, Asisten III Pemkab Banyuasin Yusuf, dan juga Dandim Muba/Banyuasin 0401 Letkol Czi Mulyadi.

Sujay, napi yang sudah dua tahun menghuni Lapas Narkotika kelas III Palembang berbagi cerita. Katanya, semua napi memang sudah kesal dengan maraknya pungli oleh oknum petugas. “Yang disuruh memintai uang yakni TF dan FR. Mereka tamping di sini, tapi lagaknya sudah seperti pegawai juga,” bebernya.

Uang diminta bermacam-macam. Mulai uang besuk, wadah nasi, saat urus masa pengenalan lingkungan (mapenaling), pembebasan bersyarat dan lainnya. “Mau tambah nasi saja harus pakai uang. Semua jadi uang,” cetusnya.

Darinya juga terungkap kalau napi bisa membawa masuk televisi (TV) hingga handphone (Hp). Syaratnya, asal ada uang. “Kisarannya Rp250 ribu per bulan untuk TV. Kalau Hp, bisa mencapai jutaan,” tuturnya.

Jika tidak ada napi yang memberikan sejumah uang kepada oknum pegawai itu, maka yang lain ikut merasakan dampaknya. Mereka tidak boleh keluar wisma untuk menghirup udara di luar.

Diungkap Sujay, persoalan air bersih juga memprihatinkan. Air bekas mandi disaring, untuk dipakai mandi berikutnya. Badan jadi gatal-gatal dan korengan. “Kalau belum jadi koreng, tidak ada pengobatan,” jelasnya.(qda/afi/ce1)

Baca juga: Ratusan Napi Mengamuk, Tembakan Oknum Petugas Picu Kemarahan

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!