Ngaku Anak Angkat Kapolri, Pria ini Raup Ratusan Juta

Ilustrasi. foto: jpnn.com

JAKARTA – Ada-ada saja ulah seorang debt collector asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini. Sembari melaksanakan tugasnya, BNN alias Bobi (45) mengaku sebagai anak angkat kapolri.

Dengan pengakuan itu, tersangka dengan leluasa melakukan penipuan dan mendapat uang ratusan juta rupiah.

Sepak terjang tersangka dihentikan Tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTT  yang membekuknya akhir pekan lalu di Jakarta.

Tersangka selalu mengiming-imingi para korbannya untuk memuluskan setiap persoalan dengan mengaku anak angkat kapolri.

Mendengar nama Kapolri yang disebut Bobi, para korbannya terbuai dan mau mentransfer uang dengan jumlah paling kecil sebesar Rp50 juta dan paling besar senilai Rp300 juta.

Saat ini, Bobi sudah ditahan di sel tahanan Mapolda NTT dan statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Dia dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Para korban penipuan tidak saja masyarakat biasa tetapi ada juga seorang pengacara inisial JRR.

Usai menerima laporan dari korban JRR, tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTT kemudian melacak keberadaan tersangka.
Diduga, tersangka sudah mengetahui dirinya dalam pencarian pihak kepolisian sehingga ia selalu berpindah-pindah tempat mulai dari Jakarta hingga ke Lampung, serta beberapa daerah lain di Indonesia.

Baca Juga :  Keterangan Kapolri Terkait Pemanggilan Paksa Miryam

Tersangka juga berganti-ganti nama setiap berada di daerah. Diduga kuat, tersangka mengganti namanya untuk mengelabui pihak kepolisian.

“Tersangka mulai kita lidik keberadaannya sejak 2017 lalu. Namun, perbuatan yang bersangkutan diduga sudah dilakukan sejak beberapa tahun silam. Tersangka selalu berpindah-pindah tempat di beberapa daerah di Indonesia dan baru diamankan pada akhir pekan kemarin di Jakarta,” tegas Dirreskrimum Polda NTT Kombes Pol Yudi AB Sinlaeloe Yudi.

Korban JRR melaporkan tersangka ke Mapolda NTT karena tersangka tidak pernah menepati janji.

“Jadi, awalnya pelapor dan tersangka membahas rencana pertemuan antara pelapor dengan Kapolri untuk sebuah urusan. Karena tersangka meyakinkan pelapor bahwa tersangka merupakan anak angkat Kapolri, maka pelapor mengikuti saja kemauan tersangka termasuk menyerahkan sejumlah uang senilai Rp50 juta. Uang senilai Rp50 juta dikirim pelapor ke rekening tersangka dengan cara transfer melalui nomor rekening salah satu bank ternama,” beber Yudi. (gat/ito)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!