Nge Gank Bullying, Ga Banget!

Ilustrasi

Globalisasi memang mempengaruhi gaya hidup kita generasi Z mulai dari food, fun and fashion. Nah, salah satu tren gaya hidup yang umum ditemukan pada anak-anak sekolah, baik dulu hingga sekarang, adalah kebiasaan main berkelompok atau nge-geng. Hal ini disebabkan oleh insting alami dari remaja yang membagi diri mereka ke dalam suatu pengelompokan dan hirarki generasi Z. Tapi bagaimana kalau geng tersebut melakukan tindakan yang menyakitkan seperti anarkis, tawuran, bahkan membully merupakan perilaku yang sering dijumpai dalam sekelompok geng sekolah ? Wah, gawat bangetkan generasi Z. Nah, simak kuy cerita generasi Z tentang geng anak sekolah yang suka melakukan tindakan bully terhadap temannya, let’s see…
Mencari pertemanan yang tulus dan menawarkan mereka sisi keamanan, dukungan, dan perlindungan memang harus kita temukan ketimbang melihat latar belakang keluarga atau tingkat sosial ekonomi tersebut, selain itu masa remaja merupakan masa yang labil atau masih dalam tahap pencarian identitas diri. Lalu, bagaimana geng sekolah itu terbentuk ? Nah, ada beberapa faktor yaitu faktor regenerasi atau tradisi turun temurun dari kakak kelas atau alumni dan bahkan disertai ancaman dari pihak lain juga lho sehingga siswa membentuk geng sekolah tersebut.”Karena remaja memiliki rasa ingin tau yang besar, suka mencoba coba hal yang baru, suka meniru kelakuan orang lain. Remaja membentuk geng karena memilki satu hobi yang sama,” Ujar Bara Siswa SMA Negeri 17 Palembang.
Sering kali, dengan adanya geng sekolah ini membuat sekolah kewalahan lho karena tindakan mereka yang seringkali melakukan semena-mena melakukan tindakan bullying terhadap teman sekolah, dan sering kita denger sampe ada korban jiwa. “Waktu SMA hanya karena gw ga diijin ortu buat liburan sama mereka ke Jepang,habis-habisan gw dibully,gw pikir resiko sekolah ditempat yang notabene mereka golongan menengah keatas,” ujar Cherry Mahasiswi Unsri.
Dari semua itu wajib banget ya pihak sekolah harus peka melakukan edukasi dan sosialisasi ke seluruh siswa dan siswi nya, mendeteksi sejak dini terhadap aktifitas siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan lagi. “Pihak sekolah juga mesti memperhatikan pergaulan lingkungan dalam sekolah terhadap siswanya supaya tidak terjadi tindakan yang diluar asusila, jadi nama baik sekolah nggak tercemar dari berita-berita yang nggak diinginkan.”Ucap Citra Putri Hasniawati SMAN 8 Palembang.
Wah, mendengar geng sekolah pasti dibenak generasi Z berfikirian tentang hal-hal yang negati atau anarkis karna banyak banget geng sekolah yang melanggar tindakan asusila hingga meresahkan tidak hanya siswa dan siswi yang di bully tapi para ortu juga, menyuruh-nyuruh adik kelas melakukan permintaan kalian seperti memesankan dan mengambilkan makan, mengembalikan buku, dan lainnya , well ini sih sebenarnya bukan minta tolong karena kalian terdesak tindakan ini sama saja menganggap mereka seperti bawahan.
jadi di dunia sekolah, ada suatu penilaian bahwa siapa saja yang punya geng itu berarti dia keren. Geng itu jadi semacam identitas dan yang pasti jadi tolok ukur kalian gaul atau nggak. Pokoknya nih kalo nggak punya geng, kamu akan dianggap anak biasa-biasa aja. Nggak populer dan nggak perlu dikenal. Jahat banget ya? Yah kebanyakan sih memang gitu, duh duh. Nah, generasi Z pastikan kalian berteman tetap dijalan yang wajar ya seperti melakukan hal-hal yang bisa membuat diri kalian berkreasi dengan karya dan membuat lebih produktif. (Put)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!