Ngompol hingga Dewasa, Bisa Jadi Genetik

Ilustrasi

KEBIASAAN mengompol saat dewasa atau ngompol sekunder atau Inkontinensia Urine memang dianggap tabu sehingga seringkali dirahasiakan. Apalagi ngompol saat dewasa, remaja sampai tua ini merupakan gangguan medis yang banyak terjadi kebanyakan perempuan.
Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, dr Rismarini SpA (K) mengatakan, Inkontinensia urine adalah ketidakmampuan menahan keluarnya air kencing baik dalam keadaan sadar (beser, terkencing-kencing, kepoyo) atau dalam keadaan tidak sadar (ngompol). ”Ada kasusnya, tapi tidak banyak, karena perempuan itu banyak sekali aktifitas yang dilakukannya,”terangnya.
Menurutnya, ada beberapa faktor penyebab seseorang ngompol. Permasalahan ini harus dilakukan pengecekan terlebih dahulu. Misalnya, apakah seseorang tersebut ada infeksi saluran kencing atau karena gangguan kejiwaan. Kalau gangguan kejiwaan cara mengatasinya harus ke dokter jiwa dengan mengonsumsi obat penenang.
“Tapi harus diusahakan mengurangi minum pada malam hari, sebelum tidur kencing terlebih dahulu hingga memasang alaram pada jam tertentu,’’bebernya.
Tak hanya itu, lanjutnya, faktor lainnya yakni akibat kebanyakan aktifitas yang dilakukan pada siang hari juga bisa terjadi hal ini pada mereka yang memiliki gangguan ngompol sekunder tersebut. Hal ini karena mengakibatkan terlalu tidur nyenyak ototnya mengalami relaksasi yang tidak terkontrol. “Kalau memang karena gangguan infeksi saluran kencing tidak mengembang pada siang hari sehingga pada malam hari cepat penuh dan terjadi ngompol,”imbuhnya.
Masih kata dia, faktor genetik juga ikut berperan. Seseorang yang dilahirkan dari orangtua yang mempunyai masalah ngompol di usia dewasa, mempunyai kemungkinan mengalami masalah yang sama dengan orangtuanya. Namun, faktor genetik ini tidak mutlak, faktor lingkungan juga menentukan. “Mungkin orang tersebut hanya membawa gen ngompol atau bakat ngompol dari orangtuanya, tetapi karena gaya hidup dan pola makannya berbeda dengan orangtuanya, misal sejak kecil ikut orang lain, maka kebiasaan ngompol tersebut tidak sampai menurun pada dirinya,”tukasnya. (uni/via)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!