Nurmala: Kasus Sangat Menyentuh, Tapi Proses Hukum Tetap Jalan

Ketua Peradi Kota Palembang, Hj Nurmala SH, mengungkapkan, kasus yang menimpa Suciaty ini sangat menyentuh. Pasalnya, yang menjadi korban adalah suaminya sendiri. Meski begitu, proses hukum harus tetap dijalankan. Kata Nurmala, soal penerapan pasal memang menjadi kewenangan penyidik dan jaksa penuntut umum (JPU).

“Kalau dari kasusnya, memang mengarah pada pembunuhan berencana. Karena ada jeda waktu bagi Suciaty untuk menghentikan tindakannya tersebut, terlebih lagi di tempat yang berbeda,” jelasnya.  Tapi bila melihat latar belakang atau penyebab awal, dimana Suciaty menjadi korban KDRT, maka secara bijak harusnya digunakan UU tentang Penghapusan KDRT. Dimana tidak ada ancaman pidana mati di dalamnya.

Sebab, perbuatan Suciaty pada dasarnya dipicu ketakutan akan dianiaya dan dibunuh. “Sudah jelas, kasus ini termasuk kategori khusus dan harus digunakan UU khusus juga,” tandas Nurmala.

Nurmala membuka lebar pintu bagi Suciaty untuk mendapatkan pendampingan dari tim advokasi Peradi Sumsel. Tanpa biaya alias gratis. “Kami siap dan seluruh advokat di bawah naungan Peradi dengan tegas siap untuk mendampingi Suciaty hingga kasus ini selesai,” pungkasnya. (afi/kms/ce1)  Baca juga berita terkait sebelumnya:

Untuk Kasus Suciaty Membunuh Suaminya, Titis Melihat Agak Sedikit Berbeda

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!