Oli Klaim Bisa Hemat BBM

Produk oli Total Oil Indonesia. foto: reiza fahlevi sumeks.co.id

JAKARTA – Segmen pasar kendaraan LCGC dan compact car di Indonesia cukup menarik bagi industri pendukungnya. Hal ini karena pasarnya yang memiliki potensi besar, terlebih makin lengkapnya model kendaraan dengan tipe dua dan tiga baris. Salah satu yang berdampak pada industri adalah oli, yang memang kebutuhan wajib bagi kendaraan. Total Oil Indonesia melihat segmen pasar ini dengan meluncurkan Total Quartz 9000 Future GF5 OW-20.

“Salah satu keunggulan oli ini memang didesain untuk kendaraan LCGC di Indonesia,” ujar Ghanda Wiraraharja, VP Lubricants Total Oil Indonesia, Jumat (16/6). Selain itu, keunggulan lainnya adalah membuat mesin serasa baru, , mengurangi kerak dan endapan dalam mesin, kinerjanya tinggi seperti mobil CC besar dan memberikan efisiensi pemakaian bahan bakar.

“Jarang ada perusahaan oli yang mengklaim produknya bisa hemat bensin. Tapi ini dengan catatan pemakain Ron 92 bisa hemat 3 persen. Produk ini dijual dengan harga terjangkau karena memang segmennya untuk kendaraan LCGC,” jelasnya. Produk ini, baru akan ada di pasaran pada Agustus mendatang. Tahap awal di Jabodetabek, menyusul kota lainnya.

“Kami menargetkan sebanyak-banyaknya, setidaknya ribuan kendaraan perhari mencoba gunakan oli ini,” ungkapnya.

Lanjutnya, produk ini awalnya untuk mobil dengan performa tinggi bukan CC kecil. “Namun, karena dinamika pasar kami hadirkan produk ini untuk LCGC,” tambahnya.

Baca Juga :  Kemenpar Branding Produk Artis

Emmanuel Dujeu, Managing Director Total Oil Indonesia menambahkan, untuk mendapat efisiensi bahan bakar tak perlu merubah gaya berkendara pengemudi. “Cocok untuk yang intens seperti door to door, sporty, start up berulang, pengendaraan dalam kota dan jalan tol,” ujarnya.

Penghematan bahan bakar ini telah diuji melalui tes ILSAC GF5 dan telah melalui persyaratan dari API SN dan sesuai untuk persyaratan yang lebih lama. Oli dilengkapi age resistance technology (ART) memberi ketahanan maksimal terhadap kerusakan pelumas dengan perkuat syruktur molekul, memcegaj oksidasi pelumas serta melindungi mesin mobil dari gesekam dan pembentukan endapan. “Teknologinya hasil penelitian, pengujian dan pengembangan selama lebih dari 15 ribu jam,” tukasnya.(rei)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!