Ooooh… ini Cara Sindikat WN Tiongkok Masuk ke Indonesia

Warga Negara Tiongkok yang diamankan di Polda Bali. foto: istimewa for radar bali

DENPASAR – Kasus penipuan online yang dilakukan 64 warga negara Tiongkok masih didalami penyidik Polda Bali. Saat ini ke-64 warga negara Tiongkok itu ditahan di Mapolda Bali.

Sindikat penipuan lintas negara itu sudah sebulan ini beroperasi di Bali. Mereka masuk Indonesia melalui Bandara Juanda, Surabaya.

Mereka tiba di Indonesia melalui Bandara Juanda pada Desember 2017. Selanjutnya, para WN Negeri Panda itu melalui jalur darat menuju Bali.

Sumber Radar Bali menyebut para WN Tiongkok itu menggunakan visa kunjungan wisata. Namun, ada warga negara Indonesia (WNI) yang membantu mereka untuk mencarikan tempat di Bali.

“Mereka ke Bali untuk wisata, bukan untuk melakukan kejahatan. Buktinya visa para pelaku untuk berlibur bukan untuk bekerja,” beber sumber.

Ternyata ada dua WN Tiongkok yang menjadi otak sindikat. Yakni Yap Kok Heong dan Liao Jui Ko.

Heong dan Ko menempatkan para WN Tiongkok yang masuk dari Surabaya untuk tinggal di empat lokasi terpisah di Bali. Untuk 24 orang termasuk Heong dan Ko tinggal di rumah kontrakan di Jl Tukad Badung Nomor 22 Renon, Denpasar Selatan.
Dari 24 orang tersebut ada 22 WN Tiongkok. Sedangkan seorang WN Malaysia, dan satu lagi WNI.

Baca Juga :  Gendeng... Jupe Masih Hidup, Pria ini Ciptakan Lagu Mati

Sedangkan di Perum Pecatu Indah Resort Jalan Sahadewa I Nomor A1/47, Badung, terdapat 16 orang WN Tiongkok yang diamankan. Mereka terdiri dari tujuh pria dan sembilan orang perempuan.
Ada pula 22 WN Tiongkok yang ditempatkan di rumah kontrakan di Jalan Darmawangsa, Gang Kutuh 2 Nomor IX, Kuta Selatan, Badung. Mereka terdiri dari 20 WN Tiongkok dan dua WN Taiwan.

Selanjutnya, ada dua WN Tiongkok bernama Yu Xian Xian dan Chen Qi yang mengontrak di Perum Golden Gate, Kepaon, Denpasar Selatan. Keduanya ternyata pasangan kekasih.

Kabidhumas Polda Bali Kombespol Hengki Widjaja mengatakan, penyidik masih melakukan pendalaman sembari menunggu polisi Tiongkok. “Dalam waktu dekat, kami akan rilis,” katanya.(rb/mus/dre/mus/JPR)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!