Optimistis Hasil Terbaik

GELARAN pesta akbar olahraga se-Asia, Asian Games 2018 tinggal empat bulan lagi. Tidak hanya venue yang menjadi perhatian khusus Palembang sebagai host city. Tapi juga kesuksesan atlet. Dari data sementara, tercatat ada 16 atlet Sumsel yang akan ikut membela Merah Putih.
Menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumsel Yusuf Wibowo, ke-16 orang itu merupakan atlet pilihan dan terbaik. Tentunya, diharapkan bisa mengharumkan nama Indonesia, khususnya Sumsel.
“Meski bakal berat sekali, tapi harus tetap optimistis. Berikan prestasi terbaik untuk Tanah Air. Kami yakin atlet-atlet kita (Sumsel, red) akan berikan kejutan,” ungkap Yusuf.
Seluruh atlet ini sudah digembleng lama. Mental bertanding mereka juga sudah terbentuk. Atmosfir bertanding di rumah sendiri tentu akan memberi semangat lebih. “Mental biasanya akan berlipat ganda, ketikan bermain di rumah sendiri,” imbuhnya.
Faktor ini diharapkan bisa membawa keberuntungan lebih untuk para atlet Sumsel dan Indonesia. Menurut Yusuf, belum bisa ditentukan secara pasti cabor mana yang ditargetkan medali. Tergantung dari hasil persiapan masing-masing individu atlet.
“Peluang sama-sama tebuka. Tapi memang bisa dibilang, peluang besar kita ada di cabor-cabor terukur nanti,” beber Yusuf. Cabor terukur itu seperti menembak yang diwakili Fidella Puspa Dewi. Kemudian, dayung diwakili Sriwahyuni, Yuniarti, Maryati. Untuk atletik ada Rio Mahotra, atlet terbaik yang memang tengah bersinar. Hampir keseluruhan atlet ini punya pengalaman bertanding di level nasional, bahkan internasional.
“Pengalaman inilah yang kita harapkan bisa kembali bawa tuah di Asian Games,” tambahnya. Demi menambah semangat, pemprov melalui Dispora Sumsel juga telah mempersiapkan guyuran bonus-bonus. Syaratnya, para atlet harus sukses memenuhi target merebut medali.
Bonus ini juga tentu di luar dari bonus yang sudah disediakan pemerintah pusat. Seperti uang saku Rp1 miliar dan atau rumah gratis. Bonus Sumsel ini menurutnya ada sekitar 11 item yang secara aturan berlaku harus diberikan pada atlet-atlet profesional nantinya.
“Bonus-bonus itu tentu sudah dipersiapkan, bermacam-macam. Yang lebih dari itu, tentu yang sudah kami pikirkan masa depan mereka. Salah satunya, Untuk itu, kita siapkan pengangkatan pegawai negeri sipil, pada setiap atlet ini nanti,” jelasnya.
Wakabid Binpres KONI Sumsel, Samsu Ramel, menuturkan untuk para atlet Sumsel yang berpeluang masuk di Asian Games masih terbuka. Ini karena, dari 16 atlet yang tercatat, masih peluang menambah atlet dari dua cabor yakni Ruqbi dan Senam.
“Di cabor Ruqbi ada peluang. Karena informasi terakhirnya, ada beberapa atlet dipanggil dalam Pelatnas, dan sudah masuk dalam latihan. Tetapi memang data namanya belum masuk di KONI sumsel,” tuturnya.
Sedangkan untuk cabor senam, menurutnya, sejauh ini ada tiga atlet senam Sumsel yang tengah menjalani program promosi seleksi Asian Games. Mereka adalah M Rafta, Fajar A Ali, dan Rio Maichandra.
“Ini juga peluang. Tergantung dari hasil seleksinya. Jika hasilnya bagus, mereka akan langsung masuk pemusatan pelatnas,” terangnya.
Mengenai peluang medali di Asian Games, Samsu Ramel mengaku belum bisa prediksi atau berandai-andai. Mengingat, persaingan ajang ini diapastikan sangat berat, dengan banyaknya atlet top dunia yang turun.
“Dari target nasional, ada sekitar 13 cabor kita yang berpeluang. Jadi harapan kita ini bersinar di Asian Games nanti,” tuturnya.
Ada tiga cabor yang dimaksud menurun, memang atlet unggulan yang sudah masuk level internasional. Seperti bulutangkis, taekwaondo, sepatu roda, angkat besi, pencak silat, dan beberapa cabor lainya.
“Untuk atlet Sumsel, mungkin peluang kita ada di atlet panjat tebing Inayah. Mudah-mudahan saja karena jika dilihat dari informasi data Pelatnas, atlet kita ini cukup menjanjikan,” tambahnya.
Pada cabor atletik, pelari gawang Rio Mahotra kembali jadi atlet Sumsel yang terbuka peluang raih mendali di ajang Asian Games. Rio saat inipun sedang mengikuti pelatihan khusus di Amerika, sebelum turun di Asian Games.
“Untuk peluang, kita harus liat dulu hasil dia di Amerika ini. Jika kecepatannya kembali naik, setidaknya bisa memecahkan rekor nasionalnya kembali, tentu itu sangat bagus,” terang Zulfani, sekum PASSI Sumsel.
Rio merupakan pemegang rekor nasional lari gawang junior dan senior dengan catatan waktu 14,08 detik. Catatan yang menurutnya sudah cukup paling ideal, untuk seorang pelari gawang sekarang ini.
“Dengan modal dan potensi Rio, dan latihan persiapannya yang bisa memperbaiki speed, teknik juga fisik, Rio bisa saja nantinya raih hasil bagus di Asian Games,” terangnya. (cj11/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!