Otak Pelaku di Luar Keempat Eksekutor

AKP Indrowono, Kapolsek Gelumbang. Foto: Ozi/JPG

MUARA ENIM – ‎Penyidik Polres Muara Enim terus menggali informasi dari tersangka Refi (35), pelaku yang selamat dari amukan massa. Satu dari empat eksekutor perampokan dua toko emas di Pasar Gelumbang, Kamis (11/1). Dimana dua pelaku lainnya berhasil kabur dan satu tewas dimassa, Sudikdo (40).
“Refi sudah bisa di-BAP (diperiksa dalam Berita Acara Pemeriksaan, red) dikarenakan kondisinya membaik,” ujar Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan melalui Kasubag Humas AKP Arsyad, kemarin (12/1).
Tersangka Refi yang asal Pendopo Lintang, Kabupaten Empat Lawang, masih menjalani perawatan medis di RSUD Kota Prabumulih. Residivis tersebut dijaga ketat dua anggota Polsek Gelumbang karena sebelumnya sempat kritis dihajar massa.
Untuk pengungkapan kasusnya sendiri, lanjut Arsyad, Tim Resmob Satreskrim Polres Muara Enim mem-back up Polsek Gunung Megang untuk mengejar pelaku-pelaku lainnya. “Nama-namanya sudah kami kantongi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat berhasil ditangkap berikut hasil rampokan emas sembilan kilogram emas,” harapnya.
Sementara jasad tersangka Sudikdo, masih dititipkan di RSUD Kota Prabumulih. Sudikdo, beralamat Perum Puri Hijau P12 No 22, RT 001, RW 012, Kelurahan Karang Asem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kota Purwokerto, Jawa Tengah. Di Sumsel, dia tinggal di Belitang, Kabupaten OKU Timur. “Keluarganya masih dalam perjalanan,” tambah Arsyad.
Informasi yang didapat dari Polres Purwokerto, tersangka Sudikdo merupakan resivis kasus pencurian dengan kekerasan (Pasal 365 KUHP) dan narkoba. Sudikdo dan Refi, serta dua pelaku lain yang berhasil kabur, bertemu dan berteman saat sama-sama ditahan di Rutan Malabero Bengkulu. “Mereka memang komplotan lintas provinsi,” pungkas Arsyad.
Terpisah, Kapolsek Gelumbang AKP Indrowono SH, mengatakan, mereka sudah mengetahui dua nama pelaku lagi yang masih buron. Dia menyebut, kedua pelaku itu masih bersembunyi di wilayah Sumsel. “Untuk otak perampokan, di luar keempat pelaku itu. Istilahnya mereka (keempat pelaku, red) hanya eksekutor di lapangan,” bebernya.
Terkait perampokan bersenpi di dua toko emas di Muara Enim, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, telah memberi instruksi khusus Tim Jatanras Polda Sumsel mem-back up Polres Muara Enim. “Hidup atau mati, dua pelaku lainnya harus ditangkap secepatnya,” tegas Kapolda, kemarin.
Pria kelahiran Belitang Madang Raya, Kabupaten OKU Timur itu geram, perampokan bersenpi masih saja terjadi. Padahal Polda Sumsel sudah melakukan Operasi Sapu Jagat (senpi rakitan), dan Operasi Khusus untuk menumpas kejahatan konvesional seperti curas, curat, dan curanmor (3C).
Alumni Akpol 1985 itu menyebut Polda Sumsel dan jajaran, berikhtiar sekeras-kerasnya untuk memberantas kejahatan. Komitmennya, sikat semua pelaku curas. Jika pelaku melawan dan membahayakan, tidak usah ragu-ragu lagi. “Tembak saja. Saya ingatkan, anak buah saya tahu apa yang harus dilakukan dan tahu menerjemahakan kata sikat,” tegasnya.
Di bagian lain, Polres Muara Enim melakukan patroli dan pengecekan ke Lapas Kelas II B Muara Enim, kemarin (12/1). Tim yang dipimpin Kanit Patroli Satsabhara Iptu Bambang Wahyudi, berkoordinasi dengan petugas lapas guna mengantisipasi kemungkinan adanya tahanan kabur.
Dari pengecekan, kata Bambang, Lapas Kelas II B Muara Enim sudah sangat overkapasitas. Dari daya tampung seharusnya 660 orang, di lapangan ternyata berisi 1.077 orang. Terdiri 516 narapidana, dan 561 tahanan. “Kondisi ini jelas akan berdampak terhadap warga binaan, menimbulkan rasa kurang nyaman dan sebagainya,” ucapnya.
Untuk itu kepolisian menekankan pihak lapas, agar terus membangun kesadaran dan saling pengertian antarwarga binaan. Hal itu dapat meminimalisir terjadinya tawuran dan kerusuhan antar warga binaan di dalam lapas. “Polres Muara Enim dan lapas, berkomitmen untuk menjalin sinergitas agar tidak terjadi insiden tahanan kabur,” ujarnya.
Seperti diwartakan sebelumnya, empat perampok bersenpi beraksi di dua toko emas di Pasar Gelumbang, Muara Enim, Kamis (11/1) sekitar pukul 09.00 WIB. Dari Toko Emas Permata milik Mirawati (35), pelaku menggasak sekitar 8 kg emas senilai Rp3 miliar dan yang Rp20 juta.
Lalu dari Toko Emas Gelumbang milik Yuli Yanti (35), pelaku merampas sekitar 1 kg emas senilai Rp630 juta dan uang Rp30 juta. Keempat pelaku yang mengenakan helm dan penutup wajah, datang mengendarai dua sepeda motor, Vega ZR nopol BG 3487 TI dan Jupiter MX yang belum diketahui pelat nomor polisi (nopol)-nya. Dua pelaku yang dibonceng turun dari motor, berpencar masuk ke dalam dua toko sambil melepaskan tembakan.
Dalam waktu kurang dari tiga menit, kedua pelaku keluar sambil membawa 9 kg dan uang Rp50 juta hasil rampokannya. Berusaha kabur bersama dua temannya yang stand by di sepeda motor. Dua pelaku berhasil kabur meninggalkan motor Jupiter, membawa emas ke arah Desa Tambangan Kelekar, setelah menodongkan pistolnya ke warga.
Sedangkan Sudikdo dan Refi yang mengendarai Vega ZR nopol BG 3487 TI, laju sepeda motornya terhenti karena dipepet truk sehingga dikepung warga. Kapolsek Gelumbang AKP Indrowono dan anggotanya yang hendak ke Masjid Nurul Falah, langsung berbelok ke TKP. Melihat kedua pelaku yang sudah dikepung massa, masih memberikan perlawanan dengan tiga kali menembak.
Polisi langsung melumpuhkan keduanya, tapi massa yang sudah geram keburu merangsek maju menghajar kedua pelaku. Polisi kewalahan mencegah aksi main hakim warga, sehingga nyawa Sudikdo tak terselamatkan. Dari kedua pelaku ini, polisi mengamankan barang bukti sekitar 741 gram emas, dua pucuk senpi rakitan jenis revolver masing-masing enam peluru. Dua motor pelaku juga diamankan dari TKP. (ozy/vis/air/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!