Otomotif Kuasai Separuh Premi

PALEMBANG – Portofolio bisnis asuransi kerugian masih didominasi otomotif atau kendaraan bermotor. Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Sumsel, Murdi Kriswantoro menerangkan kontribusi premi-nya mencapai 50 persen. Kemudian menyusul kebakaran 25-30 persen, sisanya alat berat, kargo, asuransi kecelakaan diri, dan lainnya.
Diakui Murdi, tingginya market dan populasi otomotif yang membuat potensi premi-nya juga besar. “Kendaraan sekarang sudah jadi kebutuhan. Meskipun sekarang ekonomi sedang sulit, tapi pasar kendaraan tetap growth (tumbuh),” ujarnya kepada koran ini, kemarin. Apalagi belakangan bisnis asuransi juga terbantu banyaknya masyarakat yang beli mobil untuk menjadi driver taxi online. Apalagi operator mensyaratkan driver harus memiliki asuransi penjamin.
Pertumbuhan bisnis otomotif juga ikut berpengaruh besar bagi asuransi umum. “Apalagi selama ini asuransi banyak kerjasama dengan leasing, diler, maupun bank untuk cover asuransi kendaraan konsumen yang terjual,’ sebutnya. Total di Provinsi Sumsel ada 54 asuransi umum, dengan market premi rata-rata Rp2,5 miliar setahun untuk asuransi skala kecil, dan maksimal Rp40 miliar setahun untuk skala besar.
Selain itu, lanjut dia, lanjut Murdi, masyarakat yang mulai tinggi kesadarannya berasuransi. Makanya ada juga nasabah individu yang dengan sadar mengasuransikan sendiri kendaraannya mengingat besarnya risiko berkendara di jalan.
Walau begitu, secara keseluruhan berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), masyarakat yang sadar lembaga keuangan baru sekitar 17 persen. “Karena itu, menjadi tugas bersama untuk meningkatkan awareness masyarakat lewat edukasi keuangan,” sebutnya.
Selain edukasi, tambah Murdi, AAUI berupaya memasyarakatkan asuransi dengan memasarkan produk murah. Yakni asuransi mikro untuk konsumen perseorangan dan berlaku setahun. “Produk ini hasil konsorsium bersama. Ada 63 dari 100 asuransi umum yang memasarkannya bersama. Baik premi maupun klami, semuanya nanti diterima dan ditanggung bersama,” cetusnya. Preminya Rp50 ribu dengan santunan maksimal Rp10 juta. Bahkan untuk kecelakaan diri juga dicover. Misalnya kecelakaan ketika ada gempa, toko kebakaran, dan lainnya. (cj10)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!