Pagi Ini, Trump Bertemu Kim Jong Un di Sentosa Island

Menteri Keuangan Singapura Vivian Balakrishnan, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dan Menteri Pendidikan Singapura Ong Ye Kung berpose untuk foto di Singapura, 11 Juni 2018. Foto: Twitter Vivian Balakrishnan.

SINGAPURA – Sejarah akan tercipta di Hotel Cappella, Pulau Sentosa, Singapura, pagi ini (11/6). Untuk pertama kalinya, dua pemimpin paling kontroversial di muka bumi saat ini, yakni Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden Korea Utara Kim Jong Un akan bertatap muka dan duduk bersama.

Kelanjutan program nuklir dan sanksi internasional yang diterima Korea Utara diyakini menjadi isu utama yang dibahas pada kesempatan itu. Pertemuan tersebut menjadi perhatian warga dunia. Sebab, hasilnya akan berdampak pada kearah mana stabilitas dan keamanan dunia, khususnya di semenanjung korea berlangsung ke depannya.

Kesiapan tuan rumah Singapura untuk menyelenggarakan salah satu pertemuan besar abad ini itu sudah semakin mantap. Berdasarkan pantauan langsung di Pulau sentosa, pengamanan yang terlihat kemarin, sudah jauh lebih ketat dibanding Minggu (10/6) lalu.

Kemarin (11/6), koran ini berkesempatan berkeliling pulau seluas 465 hektare tersebut menggunakan bus wisata yang disediakan pemerintah Singapura. Di situ terlihat, intentitas lalu lalang mobil patroli kepolisian semakin intens. Bahkan di radius 100 meter dari kawasan hotel, aparat keamanan sudah melakukan sterilisasi.

Caranya, akses trotoar yang ada di kawasan hotel sudah ditutup dengan pagar berwarna kuning setinggi 1 meter di sepanjang jalan. Di ujungnya, otoritas setempat menempatkan petugas keamanan disetiap ujungnya. Imbasnya, pejalan kaki sudah tidak bisa lagi lewat di kawasan tersebut. Sementara bagi kendaraan, meski masih diperbolehkan lewat, di radius tersebut sudah tidak diperkenankan menurunkan penumpang.

Meski demikian, menurut informasi yang dihimpun, kecuali Hotel Cappella, semua unit usaha di Pulau yang menjadi jantung wisata Singapura akan tetap beroperasi hari ini. Hanya saja, intensitas pengamanan akan ditingkatkan.

Seorang warga Singapura, Evelyn sangat antusias menyambut momen bersejarah itu. Mengingat peristiwa itu terjadi di negaranya. “Itu membanggakan bagi warga Singapura,” ujarnya saat ditanya di Imbiah Station, sekitar 400 meter dari Hotel Cappella.

Dia berharap, dari pertemuan di Pulau Sentosa itu akan menghasilkan kesepakatan yang baik bagi kedua negara. Meskipun, dia sendiri tidak yakin kedua pemimpin kontroversial itu akan satu suara terkait kelanjutan program nuklir di Korea Utara.

Sementara itu, Presiden Amerika Donald Trump mengisi hari keduanya di Singapura dengan menemui Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Istana Kepresidenan Singapura. Tiba di Istana pada tengah hari, Trump langsung dijamu makan siang.

Dia didampingi didampingi Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, penasihat keamanan nasional John Bolton, sekretaris pers Gedung Putih Sarah Huckabee dan kepala staf John. Sementara PM Lee ditemani Wakil PM Tharman Shanmugaratnam, Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan, Menteri Komunikasi dan Informasi S. Iswaran dan Menteri Pendidikan Ong Ye Kung.

Dalam foto yang unggah Menteri Pendidikan Ong Ye Kung di laman facebook-nya, terungkap jika menu makan siang yang disuguhkan adalah lobster bisque, daging tenderloin dan ice cream. Usai makan, Trump melakukan pertemuan tertutup dengan PM Lee.

Mengutip Reuters, dalam pertemuan itu Trump menyampaikan terima kasihnya kepada pemerintah Singapura yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut secara baik. “Kami menghargai keramahan dan profesionalisme dan persahabatan Anda. Anda adalah teman saya,” ujarnya.
“Kami memiliki pertemuan yang sangat menarik pada khususnya besok, dan saya hanya berpikir itu akan berhasil dengan sangat baik,” imbuh Trump di laman yang sama.

Sementara itu, berdasarkan rilis resmi yang di keluarkan Kementerian Luar Negeri Singapura dijelaskan, pertemuan tersebut juga membahas hubungan kedua negara. Di mana ada sejumlah isu yang dibahas, mulai dari bidang ekonomi, pertahanan, hingga keamanan.

Pada kesempatan itu, presiden berlatar belakang pengusaha tersebut menerima permintaan Presiden Singapura Halimah Yacob untuk kembali berkunjung ke negara kota itu. Yakni pada KTT ASEAN-AS ke-6 dan KTT Asia Timur ke-13, November mendatang. Dari istana, Trump dikabarkan kembali ke Shangri-La Hotel untuk berbicara dihadapan staf kedutaan besar Amerika dan keluarganya.

Berbeda dengan Trump, kegiatan Kim Jong Un tidak banyak terekspose. Usai bertemu PM Lee Minggu malam, Kim diduga banyak menghabiskan waktunya di The ST Regis, hotel tempatnya menginap.

Untuk diketahui, kemarin (11/6), sejumlah delegasi dari kedua negara melakukan pertemuan di The Ritz Carlton Hotel pada pukul 10.00 waktu setempat. Pertemuan tersebut dilakukan sebagai bahan diskusi awal sebelum pertemuan puncak antar kedua pemimpin dilakukan pagi ini.

Sikap Amerika Serikat dalam menghadapi pertemuan tersebut nampaknya sudah bulat. Negeri Paman Sam itu bersikukuh untuk melucuti senjata nuklir yang telah dikembangkan Korea Utara. Di mana pencabutan sejumlah sanksi internasional yang selama ini diberikan kepada Korea Utara sebagai kompensasinya. (far)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!