Pahlawan Dibawah Mistar

Teja Paku Alam, penjaga gawang Sriwijaya FC, menghalau bola sundulan bek tengah Semen Padang Cassio Fransisco De Jesus di laga panas Derby Andalas, Senin (17/4) malam. Foto: Padang Ekspres

PALEMBANG – Hilton Moreira bolehmenjadi penyelamat Sriwijaya FC kala menciptakan gol balasan menit 75 ke gawang Semen Padang. Tetapi ada yang lebih pantas digelari pahlawan, dipertandingan derby andalas di Stadion H Agus Salim, Padang, tadi malam.

Adalah penampilan heroik Teja Paku Alam, dibawah mistar gawang tim berjuluk Laskar Wong Kito. Pemain nomor punggung 12 ini, cukup tenang mengawal lini belakang tim, hampir sepanjang 90 menit. Meski gagal, menjaga clean seet saat sepakan Marcel Sacramento menit 71 berbuah gol dari tendangan bebas, tetapi permainan Teja tetap menuai pujian.

Bahkan, pemain yang kerap disandingkan dengan legenda kiper Sriwijaya FC, Ferry Rotinsulu tersebut, mempui setidaknya mementahkan empat peluang emas tim Kabau Sirah yang nyaris berbuah gol.

Pertama saat menit 30 dari sepakan Marcel Sacramento dari sisi kiri mulut gawang. Sudulan Marcel awal babak kedua, juga mampu diamankan. Dua peluang lain yakni dari Tambun Naibaho, lewat tendangan keras, dan Mofu juga masih bisa dimentahkan eks penjaga gawang Sriwijaya FC U-21 tersebut.

Hendro Kartiko, pelatih Sriwijaya FC menilai, aksi heroik Teja tidak terlepas dari ketenanganya dibawah mistar. “Yah, dia bisa lepaskan tekanan, meski admosfir pertandingan jelas sangat ketat,” jelas Hendro.

Baca Juga :  Kuras Emosi dan Tenaga

Ini juga yang membuat, pemain kelahiran Padang tersebut benar-benar tampil lepas. Baik itu dalam mengambil keputusan, menepis bola atau mencari posisi yang tepat menangkap bola. “Harus begitu, membaca pemainan lawan,” jelasnya.

Tetapi Hendro, juga tetap memotivasi Teja agar tidak cepat puas dari laga awal kali ini. Karena masih ada perjalanan panjang berat lainya, menanti Sriwijaya FC dedepan harinya. “Yang penting jangan cepat puas aja dulu,” tukasnya. (cj11/ion)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!