Pak Bupati… Warga ini Masih Gunakan Genset

Ilustrasi.

RUPIT – Aliran listrik merupakan kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk menunjang sektor perekonomian dan pembangunan daerah. Saat ini masih banyak wilayah di Kabupaten Muratara yang belum tersentuh aliran listrik, akibat daya listrik masih lemah.

Kondisi krisisnya aliran listrik ini dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk warga RT 14 Desa Liam Jaya, Kelurahan Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo. Sekarang masyarakat di desa ini masih mengandalkan genset sebagai penerang di malam hari karena tidak ada aliran listrik masuk ke permukiman mereka.‎

Syahrudin (48), warga Liam Jaya membeberkan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi masyarakat Liam Jaya tidak bisa menikmati aliran listrik. Diantaranya, dibutuhkan jarak sekitar 13 km dari Simpang Biaro Lama ke desa mereka untuk menyambung aliran listrik, dan mahalnya biaya untuk melakukan pemasangan tiang pancang. Sedangkan di Liam Jaya hanya memiliki sekitar 52 Kepala Keluarga.

“Memang sudah lama tidak ada listrik, warga rata-rata pakai genset sebagai penerang. Harapan kami, pemerintah bisa memasukkan listrik ke desa kami, supaya kami bisa ikut menikmati listrik murah,” kata Syahrudin, Minggu (13/8).

Menurutnya, untuk menggunakan genset paling tidak dibutuhkan 4-6 liter solar permalam, dengan biaya yang tidak sedikit. Jika di kalkulasi, rata-rata warga Liam Jaya bisa mengeluarkan biaya berkisar Rp500-Rp1 juta per bulan.

Baca Juga :  Warga Tumplek Blek Sambut GPN

“Biaya listrik bisa sampai Rp1 juta kalau dihitung setiap bulan, belum untuk biaya lainnya,” ujarnya. (cj13)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!