Pak Menteri… Kok PJN Kerja Asal-asalan

Marka jalan putus-putus di Jalintim Palembang-Jambi Desa Tanjung Kerang, Muba. foto: tomi kurniawan sumeks.co.id

SUNGAI LILIN – Jelang arus mudik, perbaikan serta pembuatan marka jalan di Jalintim Palembang-Jambi, intensif dilakukan. Namun pembuatan marka jalan tersebut terutama di sekitaran Desa Tanjung Kerang, Kecamatan Babat Supat, Muba dikritisi sejumlah netizen, bahkan mengunggahnya ke media sosial.

Apa pasal? Ternyata salah satu yang dikritik seperti dilakukan akun Facebook Radja Ponsel Sungai Lilin, mempertanyakan marka jalan berupa garis putus-putus yang jadi pertanyaannya posisinya di tikungan. Karena setahu dia, di tikungan tidak boleh menyalip makanya markanya harus garis tanpa putus-putus.

“Kasian orang yang lewat nanti terjebak dan bisa berbahaya, kalau kita Insya Allah sudah hafal jalan,” tulisnya.

Kapolres Muba AKBP Rahmat Hakim melalui Kasat Lantas AKP Rio Artha Luwih menyatakan marka jalan kewenangan Dinas Perhubungan. “Memang PU yang bikin tapi yang nentuin rambunya Dishub,” cetusnya.

Secara aturan kata Rio, di tikungan tidak tembus pandang harusnya berupa garis tanpa putus, karena berarti tidak boleh dilewati garisnya dalam arti dilarang menyalip. Jika garisnya putus-putus artinya boleh dilewati garisnya.

“Kalau lihat fotonya salah, tapi untuk memastikan harus di cek ke lapangan,” tukasnya.

PPK Betung-Peninggalan, PJN Wilayah 1 Sumsel, Rukun Sitepu mengakui pihaknya memang yang membuat marka tersebut. “Dananya terbatas pak, maka supaya dapet semua jadi putus-putus bikinnya. Tapi itu sifatnya sementara, nanti tahun depan akan dituntaskan,” pungkasnya. (kur)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!