Palembang Jadi Ibukota Negara, Why Not

Sungai Musi yang membelah Palembang dengan latar Jembatan Ampera. foto: dendi romi sumeks.co.id

JAKARTA – Palembang sebagai ibu kota negara mendapat dukungan dari sejumlah putra daerah asal Sumsel yang berkiprah di tingkat Jakarta. Salah satunya profesor hukum tata negara Jimly Asshidiqie. Ia yang kini menjabat sebagai Ketua Badan Kerjasama Masyarakat Sumbagsel (BKMS) mendukung penuh ide kota Palembang sebagai ibukota negara RI.

Ia mengemukaan penilaiannya berdasarkan fakta-fakta sejarah. “Pertama di sepanjang sejarah, sudah terbukti bahwa di dan dari Sumbagsel (Sumatera Bagian Selatan) tidak pernah muncul ide separatisme, paham radikal atau fundamentalisme ataupun gerakan makar lainnya yg bertujuan melawan negara,” kata Jimly, Sabtu (13/8) di Jakarta.

Kedua, Palembang pernah menjadi kota pusat peradaban bangsa di masa Sriwijaya, sehingga dapat kembali difungsikan dengan mudah sebagai kota pusat peradaban bangsa Indonesia di masa depan. “Ketiga, Palembang sekarang sudah berhasil menjadi kota andalan di bidang perdagangan dan olahraga di tingkat internasional,” lanjutnya.

Dengan fakta itu, menurutnya Palembang memenuhi persyaratan jika kelak ditetapkan sebagai ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Tak perlu diragukan lagi. Palembang mudah dikembangkan menjadi pusat kemajuan bangsa di masa depan,” tutupnya.

Sementara Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris Semendawai turut mendukung penuh. Ia menilai Palembang cukup pantas dijadikan ibukota negara. “Pantas. Setuju bila Palembang jadi ibu kota negara. Sarana dan prasarana bertarap internasional sudah tersedia,” jelasnya.

Baca Juga :  Besok, Trans Studio Mini Dibuka

Ia menilai letak geografis Palembang yang tidak terlalu jauh dengan Jakarta, menjadi nilai tambah. “Tanah masih luas. Jarak dengan Jakarta juga tidak terlalu jauh. Penduduknya tak sepadat penduduk pulau Jawa. (ran)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!