Pancaroba Rentan Flu Batuk

BERTEDUH : Musim hujam di metropolis rentan terhadap penyakit, masyarakat harus menjaga pola hidup sehat. Tampak siswa berteduh di salah satu halte. Foto: Kris/SUmatera Ekspres

CUACA di Metropolis saat ini memasuki musim pancaroba. Berbagai gangguan kesehatan muncul saat musim pancaroba ini, seperti flu, batuk , demam dan gangguan pernapasan.
“Pada anak-anak biasanya lebih rentan terjangkit penyakit karena daya tahan tubuhnya belum sebaik orang dewasa,” ujar dr Fifi Sofia SpA (K).
Beberapa penyakit yang menyerang anak-anak di musim pancaroba antara lain batuk ISPA dan Diare (gangguan pencernaan). Untuk indikasi awal orangtua atau yang menjaga anak harus waspada terhadap keluhan yang dirasakan anak. “Pengaruh perubahan cuaca sangat berpotensi mengganggu saluran pernapasan,’’bebernya dokter spesialis anak dari RS Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang ini.
Menurutnya, gejala awal gangguan saluran pernapasan yaitu batuk, bronkhitis, pilek atau influenza. Terkadang disertai bersin-bersin dan peningkatan suhu tubuh (demam). Sementara itu penyakit diare pada anak sebenarnya dapat digolongkan penyakit ringan, tetapi jika terjadi secara mendadak dan kurang mendapat perawatan maka diare juga dapat berakibat fatal.
“Terutama apabila diare tersebut terjadi pada anak balita, tubuh dapat kehilangan cairan tubuh yang berlebihan (dehidrasi) dan elektrolit, sehingga tubuh menjadi lemah dan lemas, apalagi kalau diare disertai dengan muntah-muntah,” katanya.
Penderita harus diberi minum sebanyak-banyaknya, serta diberi oralit. Penyakit-penyakit tersebut sangat mudah menyerang bila daya tahan tubuh menurun. Cuaca dan suhu udara yang cepat berubah di musim pancaroba, ditambah meningkatnya debu, kuman, dan radikal bebas membuat tubuh kita rentan terhadap penyakit di atas.
Untuk itu pemerintah telah melakukan langkah antisipasi yaitu promotif meningkatkan kemampuan kesehatan masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat agar mereka dapat menolong dirinya sendiri, serta mampu berperan secara aktif dalam masyarakat, Preventif dengan menerapkan perilaku hidup sehat (PHBS), Kuratif bertujuan untuk merawat dan mengobati anggota keluarga, kelompok yang menderita penyakit atau masalah kesehatan.
“Rehabilitatif merupakan upaya pemulihan kesehatan bagi penderita-penderita yang dirawat dirumah,” terangnya.
Ia mengimbau bayi sampai 6 bulan hanya diberikan ASI ekslusif, 6 bulan keatas makanan pendamping ASI dan 1 tahun keatas makanan padat yang memenuhi unsur 4 sehat 5 sempurna
“Langkah preventif salah satunya mengurangi intensitas bertemu dengan orang-orang yang terkena penyakit menular misalnya flu, menghindari lingkungan yang kurang sehat, memakai masker, dan tentu saja yang paling penting istirahat yang cukup,”tegasnya.
Ditambahkan dr Erial Bahar MSc, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri), diare berkaitan erat dengan cara kuman masuk ke dalam usus. Diare dapat disebabkan beberapa hal, salah satunya infeksi. Selain itu disebabkan juga pola makan yang salah seperti mengonsumsi makanan pedas. “Infeksi dapat berasal dari beberapa kuman tertentu, contohnya kuman Salmonella typhi atau tipes. Kuman biasanya terdapat pada feses atau kotoran penderitanya”tukasnya. (qiw/via)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!