Panik, Calon Jamaah Solo Silih Berganti Datangi Kantor Abu Tours

Kantor cabang Abu Tours di Solo tutup selama beberapa hari terakhir (Ari Purnomo/JawaPos.com))

Tak hanya di kota Palembang, kabar dugaan penipuan yang dilakukan oleh biro jasa umrah, Abu Tours menyebar ke para calon jamaah yang berada di Kota Solo. Dampaknya, Selasa (13/2), para calon jamaah silih berganti menyambangi kantor Abu Tours yang berada di Jalan Adi Sucipto No. 113 B, Jajar, Laweyan, Solo, Jawa Tengah (Jateng).

Kedatangan calon jamaah ini dibenarkan oleh seorang juru parkir yang biasa bekerja di sekitar kantor Abu Tours, Dwi Haryono.

Menurut Dwi, kantor Abu Tours sudah lebih dari seminggu ini tutup. Tidak pernah ada aktivitas di dalam kantor berwarna merah berlantai dua tersebut.

“Kalau yang saya lihat, terakhir buka itu pada Selasa (6/2) itu pun tidak lama, paling hanya sekitar setengah jam saja. Habis itu, tutup lagi sampai sekarang,” katanya kepada JawaPos.com, Selasa (13/2).

Dwi menambahkan, selama ini kantor Abu Tours memang sering didatangi oleh calon jamaah umrah. Mereka ingin memastikan nasib umrah yang telah mereka bayarkan.

Dwi mengatakan, calon jamaah yang datang ke kantor Abu Tours sangat banyak. Bahkan dalam sehari rata-rata ada 20 orang yang harus kecewa saat datang ke kantor tersebut.

“Jumlahnya sekitar segitu, karena tidak bisa bertemu dengan karyawan mereka pun akhirnya meninggalkan kantor Abu Tours,” ucap dwi.

Dwi juga mengatakan, bahwa dirinya sempat diberitahu salah satu karyawan Abu Tours, bahwa biro perjalanan tersebut juga terdampak pada kasus yang terjadi di kantor pusat yakni Makassar. Bahkan gaji para karyawan tidak dibayarkan selama dua bulan. “Ada juga yang sampai dikeluarkan, kalau tidak salah jumlahnya mencapai delapan orang,” tandas Dwi.

Sementara itu, Kasi Perjalanan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo Rosyid Ali Safitri mengatakan, pihaknya sudah mengantongi data jamaah umrah Abu Tours.

Dari data tersebut sedikitnya masih ada 214 jamaah dengan estimasi pemberangkatan yang berbeda-beda. Untuk 23 orang estimasi diberangkatkan 27 Januari 2018, 33 orang estimasi diberangkatkan Februari 2018, 46 orang estimasi pemberangkatan 13 Februari 2018. Selain itu, ada 68 orang yang estimasi pemberangkatannya 20 Februari 2018, lalu ada 35 orang yang estimasi pemberangkatannya 27 Februari 2018.

“Tapi sekarang kantornya justru tutup, dan kami kehilangan kontak dengan para karyawannya. Tapi kami tetap melakukan pengawasan,” ucapnya.

(apl/JPC)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!