Papua Tertarik Restorasi Gambut

DLH Papua melakukan studi banding terkait keberhasilan restorasi gambut di Sumsel yang berada di Sepucuk, OKI. Foto: Nisa/Sumeks

KAYUAGUNG – Keberhasilan restorasi gambut di Sumsel di Sepucuk, OKI, kini menjadi tempat studi banding. Dinas Lingkungan Hidup Papua kemarin mengunjungi restorasi gambut yang dikelola Balai Litbang Lingkungan Hidup Kehutanan Palembang.

Kepala Bidang Pengelolaan Kualitas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Iwan Triono MSi, mengaku sudah mendapat berbagai informasi mengenai pengelolaan lahan gambut dari internet. “Inilah alasan kami memutuskan ke sini untuk studi banding,” terangnya, kemarin (9/8).

Dilihat langsung ke lapangan, lanjutnya, restorasi gambut yang dilakukan cukup berhasil. ‘’Vegetasinya tumbuh subur,” katanya.

Diakui, di Papua kesulitan mengelola gambut. Akses menuju ke lokasi harus menggunakan pesawat sesuai pemetaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. ‘’Jadi, biayanya cukup tinggi,’’ katanya.

Lalu, di Papua tidak semua gambut terdegradasi dan hanya beberapa spot yang lebih banyak terbakar, itu tanah mineral. ‘’Ke depan, kami ingin melakukan antisipasi mengatasi bagaimana mengelola lahan gambut yang potensial,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Balai Litbang LHK Palembang, Ir Tabroni menambahkan, jenis pohon lokal unggulan hutan rawa gambut secara alami sulit tumbuh pada area lahan bekas terbakar. “Di sekitar demplot, sudah lebih ditanam meranti. Saat ini, tumbuh bagus. Ada juga timun dan nanas,” tandasnya.(uni/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!