Paslon TMS Bisa Gugat KPU

JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI bersiap menghadapi gugatan dari calon kepala daerah yang dinyatakan tidak lolos atau Tidak Memenuhi Syarat (TMS) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Aturan hukum memang mengizinkan bagi pasangan calon yang tidak puas atas keputusan KPU dapat mengggatnya ke Bawaslu.
Seperti, dari Sumatera Utara pasangan JR Saragih – Ance Selian dinyatakan TMS oleh KPU Sumut terkait ijazah SMA. Sementara di kabupaten Garut pasangan Agus Supriyadi – Imas Uun Ubaidiyah dinyatakan TMS oleh KPU setempat karena tidak memiliki Surat Keterangan dari Balai Pemasyarakatan dimana Agus pernah menjadi naraidana korupsi.
Anggota Bawaslu Mochammad Hafifudin menjelaskan gugatan paslon yang tidak lulus diajukan dalam 3 hari sejak penetapan diumumkan. Menurutnya anggota Bawaslu provinsi atau Panwaslu Kabupaten/Kota sudah siap menerima gugatan. “Kalau ada yang keberatan atas keputusan KPU, dia berhak untuk melayangkan gugatan ke Bawaslu,” ungkaonya Senin (12/2) di Gedung Bawaslu RI.
Menurutnya gugatan yang telah diterima paking lambat 3 hari kerja, akan diproses dalam 12 hari kedepan. Bawaslu sendiri katanya sudah mengantisipasi daerah-daerah yang berpotensi adanya gugatan sehingga Bawaslu dan Panwaslu di daerah sudah siap. “Gugatan dapar diajukan ke Bawaslu di daerah masing-masing. Lalu akan digelar sidang sengketa penetapan paslon,” tambah Afif.
Komisioner KPU Ilham Saputra mengaku Komisioner KPU sudah diinstruksikan berkoordinasi dengan pihak keamanan di daerah setempat paska penetapan pasangan calon. Ia lebih sepakat jika pihak yang keberatan atas penetapan KPU menempuh jalur hukum ketimbang mengerahkan kekuatan massa.
“Kami menghargai jika melalui upaya-upaya hukum daripada tindaka intimidasi yang dapat berujung anarkis. Pada prinsipnya kami siap karena hal itu merupakan amanat undang-undang,” tegasnya.(ran/air)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!