Pastikan Bayar Gaji Guru Honorer

SMA/SMK yang selama lima bulan ini tak kunjung menerima gaji. Ini setelah Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumsel, Drs Widodo,M.Pd . Foto:Kris/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Angin segar bagi ke-705 guru honorer SMA/SMK yang selama lima bulan ini tak kunjung menerima gaji. Ini setelah Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumsel, Drs Widodo,M.Pd memberikan kepastian soal pembayaran gaji guru honorer ini bakal dituntaskan akhir bulan Mei nanti.
“Saat ini kami tengah berupaya mencari formula yang tepat agar pendistribusian gaji kepada guru honorer ini tidak menyalahi aturan, tapi saya pastikan sebelum Mei berakhir sudah selesai,” tegas Widodo yang menegaskan saat ini jajaran Disdik Sumsel tengah bekerja keras merampungkan formula yang tepat untuk membayarkan gaji guru honorer ini.
Di kesempatan itu pula Widodo menegaskan dalam mengupayakan pembayaran gaji guru honorer ini sama sekali tidak ada intervensi ataupun tekanan dari pihak manapun. Melainkan murni sebagai upaya untuk memenuh hak-hak guru honorer.
“Saya tegaskan kalaupun saya pastikan masalah pembayaran gaji guru honorer ini selesai sebelum Mei ini sama sekali bukan karena desakan ataupun intervensi dari pihak lain. Sama sekali tidak ada,” tegas Widodo dengan nada bicara meninggi menanggapi desakan dari sejumlah pihak agar Disdik segera membayarkan gaji guru honorer ini.
Seperti di ketahui, saat ini Disdik Sumsel telah menyiapkan dana sebesar Rp15 milyar yang nantinya bakal dibayarkan kepada 705 guru honorer SMA/SMK di Sumsel yang mengantongi SK Bupati/Walikota terhitung per-1 Oktober 2016. “Kalau dikalkulasikan dengan dana Rp15 milyar yang bakal dibayarkan kepada 705 guru honorer selama satu tahun maka akan ketemu angkanya sekitar Rp1,4 juta per-bulan,” ungkap Widodo beberapa waktu lalu.
Sementara itu, terkait belum dibayarkannya gaji guru honorer SMA/SMK di Sumsel ini, juga disayangkan oleh Persatuan Guru Nahdatul Ulama (Pergunu) Sumsel, melalui ketuanya, Dr Ahmad Zainuri,M.PdI. Dia meminta Disdik Sumsel untuk segera membayarkan gaji tersebut.
“Semestinya pembayaran gaji ini tak perlu tertunda pasalnya masa peralihan pengelolaan SMA/SMK khan sudah cukup lama di sosialisasikan termasuk urusan administrasi apakah itu guru maupun tenaga kependidikan lain yang dilakukan per-Oktober 2016 yang lalu,” ucap Zainuri, kepada awak media, kemarin (19/5).
Dia meminta instansi terkait baik Disdik, BKD maupun BPKAD Provinsi Sumsel untuk membayarkan gaji tersebut sesuai prosedur yang berlaku karena menurutnya sebelum diajukan untuk dibayarkan masalah pembayaran gaji guru honorer ini sudah masuk di dalam Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS).
“Sayangnya, dari yang kami lihat di media massa sepertinya hingga kini masalah pembayaran gaji guru honor ini belum jelas lantaran dinas terkait masih mencari formulasi yang tepat untuk bisa membayarkan gaji guru honor ini,” singgung mantan Kepala MAN 3 Palembang ini lugas.
Zainuri mengaku prihatin sekaligus sedih lantaran sudah hampir lima bulan terakhir para guru honorer di SMA/SMK bekerja tanpa menerima gaji yang besarannya juga tak sesuai harapan. “Kami berharap segera diselesaikan dan jangan sampai berlarut-larut karena ini hajat hidup orang banyak, kasihan para guru honorer ini mau dikasih makan apa keluarga mereka kalau sudah lima bulan tidak kunjung menerima gaji,” imbuhnya. (kms/nan)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!