Pastikan Tepat Waktu, Awasi Pembangunan Venue

Andika Monoarfa. foto: istimewa

JAKARTA – Panitia Pelaksana Asian Games alias INASGOC ingin memastikan bahwa venue Asian Games 2018 bisa dipakai saat Games Times. Apakah itu di Jakarta, Palembang
atau provinsi penyangga lainnya macam Jawa Barat dan Banten. Demi tercapainya target, pengawasan terus dilakukan siang dan malam demi memastikan semua venue dan fasilitas selesai sesuai waktu yang direncanakan.

Tak terkecuali dengan venue untuk penyelenggaraan cabang bisbol dan sofbol di Kompleks Gelora Bung Karno Senayan. Meski bukan menjadi olahraga yang populer di Indonesia, namun perhatian besar dari negara raksasa Asia seperti Jepang dan Korea Selatan, atau pun Chinese Taipei, membuat INASGOC merasa perlu untuk menjadikan venue kedua olahraga ini bukan sekadar layak, tapi menjadikannya sebagai venue paling megah di Asia Tenggara.

Ini sebagai upaya bahwa Indonesia memang ingin sukses sebagai tuan rumah multieven empat tahunan antarbangsa Asia tersebut pada 18 Agustus-2 September mendatang.

“Kami harus berterima kasih kepada INASGOC dan pemerintah yang telah memberikan perhatian luar biasa kepada olahraga sofbol dan bisbol. Saat ini kita bisa memiliki lapangan terbaik dan termegah Asia Tenggara. Tentunya ini sangat penting, karena negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan memiliki banyak atlet pro yang bermain di liga top dunia. Tentunya penilaian positif dari mereka bisa meningkatkan derajat Indonesia di mata dunia,” terang Ketua Umum PB Perbasasi Andika Monoarfa.

Baca Juga :  Pos Lantas Ditembak Orang Iseng

Tiga bulan jelang Game Times, venue bisbol dan sofbol memang masih dipercantik. Taman dan lahan parkir masih dalam pengerjaan. Namun, tempat pertandingan sudah bisa dipakai. Rumputnya bagus dan kerataan lapangan juga terjaga. Demikian juga dengan
fasilitas di sekitar venue. Ruang untuk wasit, toilet, dan berbagai ruangan pendukung sudah siap pakai. Bahkan, pekan lalu PB Perbasasi sudah menggunakan venue sofbol untuk menggelar kejuaraan Asia yang diikuti oleh sembilan negara peserta dan pekan ini dipakai untuk seleksi timnas menuju Asian Games 2018 dengan menggelar turnamen diikuti empat kubu.

“Saya tidak bilang kalau venue sudah seratus persen sempurna, memang ada beberapa perbaikan dan penambahan di sana-sini, tapi itu hal minor, seperti cat, atau sekadar tiang yang miring. Tapi secara keseluruhan semuanya sudah siap untuk menggelar Asian Games. Ini bukan saya yang bicara, tapi perwakilan federasi sofbol dan bisbol Asia yang hadir pada Kejuaraan Asia Men Sofbol Championship bulan kemarin. Memang, turnamen itu sekaligus kami manfaatkan untuk uji coba lapangan. Alhamdulillah semua peserta memberikan pujian luar biasa pada fasilitas yang kita punya,” tukas Andika.

Khusus untuk venue bisbol, nantinya Indonesia akan memiliki dua lapangan yang bisa digunakan untuk penyelenggaraan pertandingan Asian Games 2018. Selain satu lapangan yang ada di kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, juga sedang dibangun satu fasilitas lagi yang bertempat di Rawamangun, Jakarta Timur. Lapangan di Rawamangun ini, kata Andika, tidak masuk dalam rencana awal. Tapi karena ada permintaan dari federasi bisbol asia, maka panitia asian games dan pemprov DKI langsung bergerak untuk mewujudkannya.

Baca Juga :  Gandeng 7 Mitra, Pasarkan Beras Medium

“Bila melihat progresnya, sungguh luar biasa. Kami sangat yakin lapangan akan bisa selesai tepat pada waktunya karena perkembangannya justru lebih cepat dari seharusnya. Jujur saja kami takjub dengan perkembangan pembangunannya. Pembangunan memang baru dimulai tahun ini tapi progresnya benar-benar sangat cepat, kita sangat berterima kasih kepada pengprov DKI dan INASGOC yang bekerja sangat cepat buat mewujudkan semuanya. Kami benar-benar tidak menyangka kalau olahraga bisbol dan sofbol mendapat perhatian begitu luar biasa dari pemerintah,” ucap Andika. (kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!