Pegawai DPRD Jadi ”Babu”

128
BERSIH-BERSIH: PNS dan TKS di lingkungan DPRD Mura mendapat tugas baru membersihkan seluruh ruangan DPRD. Foto:Zulkarnain/Sumeks

MUSI RAWAS – PNS dan TKS di lingkungan DPRD Mura mendadak menjadi tukang bersih-bersih (babu). Selama setahun mereka wajib memegang sapu dan kain pel untuk membersihkan seluruh lingkungan perkantoran DPRD Mura.

Aktivitas di gedung wakil rakyat pun mendadak ramai. Para pegawai memegang kain pel, sapu, kereta dorong, serta tangga besi untuk membersihkan seluruh ruangan kantor. ‘’Gedung DPRD ini baru, masalah kebersihan gedung menjadi tugas kita bersama, tanpa melibatkan pihak luar,’’ ujar Eka, pegawai DPRD.

Dikatakan, mau tak mau seluruh pegawai harus ikut andil membersihkan sejumlah ruangan‎ di gedung DPRD baru itu. ‘’Sampai saat ini DPRD Mura tak memiliki anggaran khusus untuk menyewa petugas yang melakukan pembersihan dan perawatan gedung,’’ jelasnya.

Kabag Umum dan Perundang-undangan DPRD Mura, Amri Azis mengakui hal tersebut. “Kita tidak memiliki anggaran menyewa pihak outsourcing, karena belum dianggarkan. Untuk sementara kami merangkap jadi tukang bersih-bersih, itu mungkin sampai tahun depan,” jelasnya.

Ke depan, pihaknya akan memanfaatkan tenaga outsourcing untuk perawatan gedung. Butuh tenaga yang cukup banyak, serta peralatan otomatis. “Sekarang kita pakai cara manual dulu, nyapunya pakai sapu biasa, tapi ke depan kita pakai outsourcing. Mereka punya sapu dan alat otomatis, jadi tidak repot lagi,” ucapnya.

Baca Juga :  Anggarkan Rp1,54 M untuk Rekrutmen 2017

Dikatakan, banyak masalah di gedung DPRD baru tersebut. Seperti listrik, genset, dan taman. ‘’Listrik sering biarpet,” katanya.

Ketua DPRD Mura Yudi Pratama mengaku tak menganggarkan perpindahan dari kantor lama ke kantor baru. ‘’Untuk mengatasinya, seluruh anggota DPRD dan pegawai DPRD patungan menutupi biaya itu. Karena untuk pindah lokasi diperlukan sewa truk dan biaya angkut,” jelasnya.

Dikatakan, mungkin tahun depan pemeliharaan gedung akan diserahkan ke pihak ketiga. “Kalau sekarang, manual dulu karena tidak ada anggaran,” pungkasnya. (cj13/ce4)

Diskusi & Komentar

More News!