Pelajar Sumsel Studi ke Prancis

PELEPASAN: Kepala Disdik Sumsel, Drs Widodo MPd, melepas siswa-siswi yang akan berangkat ke Prancis dalam lokakarya antara Disdik Sumsel dengan sekolah Perancis di aula SMAN 1 Palembang, kemarin. FOTO: DISDIK SUMSEL FOR SUMEKS

PALEMBANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumsel terus melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Mutu pendidikan tidak hanya secara nasional, tapi juga internasional dengan mengirim sebanyak 23 siswa dan 1 guru dari Sumsel ke Prancis. Keberadaan mereka ini untuk melanjutkan program lokakarya antara Disdik Sumsel dan sekolah di Prancis.
“Keberangkatan siswa Sumsel ke Prancis kali ini sebagai salah satu upaya menjalin kerja sama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dan Prancis di bidang pendidikan,” ujar Kepala Disdik Sumsel, Drs Widodo MPd, usai melepas pelajar yang akan berangkat ke Prancis di aula SMAN 1 Palembang, kemarin (5/11).
Dijelaskan, nantinya akan ada pertukaran pelajar, guru, dan implementasi sistem pendidikan di Sumsel untuk jenjang SMA dan SMK dengan kurikulum di Prancis. “Di sana, para siswa akan membangun rasa percaya diri. Sehingga jika pada waktunya mereka memutuskan untuk kuliah, minimal mereka sudah belajar bahasa dan kebudayaan Prancis,” ucapnya lagi.
Lebih jauh dijelaskan, para siswa ini akan berada di Prancis sekitar 17 hari untuk mengikuti kegiatan nonakademis sekolah di sana. “Nantinya para siswa ini akan berbaur di tingkat akademis dan nonakademis,” lanjutnya.
Selain hal tersebut, lanjut Widodo, kegiatan ini juga untuk wujudkan mimpi orang tua di Sumsel menyekolahkan anaknya ke luar negeri. “Kita sebagai jembatan mengantarkan pelajar Sumsel untuk bisa sekolah di luar negeri,” harapnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Palembang, Nasrul Bani SPd MM mengatakan, pada gelombang pertama, hanya ada satu siswanya yang dikirim ke Prancis. Sedangkan pada tahap kedua ini, diakuinya, peminatnya bertambah menjadi 15 orang. Namun karena keterbatasan kuota, sehingga pihaknya hanya mengirim tujuh orang siswa.
“Ini menjadi batu loncatan, memotivasi siswa lain, karena anak yang pertama berangkat itu kan pemalu dan sekarang menjadi percaya diri, sudah bisa berbahasa Prancis sehingga banyak siswa berminat,” tutupnya. (nni/nan/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!