Pemakaian Dana Harus Transparan

JAKARTA – Presiden Joko Widodo cek langsung progres Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games dan Asian Para Games 2018. Rabu sore (7/6), orang nomor satu di Indonesia itu memimpin rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta Pusat.
Sejumlah stakeholder hadir. Ada Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menpora Imam Nahrawi, Menko PMK Puan Maharani, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. Lalu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menaker Hanif Dhakiri, Menteri PANRB Asman Abnur, Menristek Dikti M.
Kemudian Nasir, Kepala Bekraf Triawan Munaf, Ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI) Eric Tohir, Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin, Gubernur Banten Wahidin Halim, Plt. Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, dan Wakil Gubernur Jabar Dedy Mizwar.
Dalam rapat itu, fokus utama Presiden Jokowi adalah melihat sejauh mana perkembangan penggunaan anggaran. “Perlu kecermatan, ketelitian, keseriusan di berbagai sektor, venues, sarana prasarana pendukung, dan keuangan. Saya minta penggunaan anggaran tetap memperhatikan prinsip tertib administrasi, efisien, dikelola secara detail, dan tidak dilebih-lebihkan atau tidak berlebihan,” tandas Presiden saat membuka rapat.
Wajar jika Jokowi memberikan warning. Mengingat, beberapa pengurus Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sudah terjerat kasus hukum gara-gara terindikasi memainkan anggaran dana sosialisasi Asian Games 2018 pada anggaran APBN 2015 sebesar Rp61 miliar. Sejauh ini, mantan Sekjen KOI, Dody Iswandi, mantan bendahara KOI, Anjas Rivai, ditetapkan sebagai tersangka Polda Metro Jaya.
Jokowi berharap semua elemen memanfaatkan Asian Games dan Asian Para Games mengangkat nama Indonesia di mata internasional. Karena itu, jangan sampai telat. “Persiapan harus cepat, semua dilakukan secara terbuka, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan secara governance-nya. Kita semua harus menjaga pada perhelatan bangsa ini nama baik Indonesia di mata dunia,” tegasnya.
Menpora Imam Nahrawi menyerukan, perhatian besar Presiden Jokowi terhadap kesiapan Indonesia jadi tuan rumah Asian Games dan Asian Para Games jangan disia-siakan. Semua kementerian dan lembaga harus secara bersama-sama mendukung penuh agar persiapan di semua hal berjalan baik. “Bapak presiden memberi perhatian betul-betul. Kita semua kementerian dan lembaga diminta mendukung penuh,” ucap Menpora.
Menyangkut kehati-hatian dalam penggunaan anggaran, pihaknya siap jalankan sesuai aturan tetap. Bahkan, Kemenpora sudah menggandeng BPKP dan LKPP untuk dapat mengawal. Namun, dia sepenuhnya menyadari percepatan juga diperlukan.
Jadi, semua langkah diterapkan beriringan. “Kemenpora sudah menggandeng BPKP dan LKPP sebagai bentuk kehati-hatian. Namun, fleksibilitas pencairan dana sebagaimana yang ditegaskan Pak Wapres juga diterapkan,” ucapnya.
Gubernur Alex Noerdin menegaskan, khusus Sumsel pembangunan penunjang Asian Games baik itu infrastruktur maupun kesiapan venues seperti Ligh Rail Transit (LRT), pembangunan jalan tol, penambahan jembatan Musi IV dan Musi VI, serta flyover terus dikebut. “Persiapan harus cepat. Waktu yang tersisa tinggal sedikit.” (kmd/ion/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!