Pembacaan Kitab Suci Warnai Kirab Pemuda

Kirab Pemuda di Blitar. foto: kumaidi sumeks.co.id

BLITAR – Kirab Pemuda benar-benar menjadi bukti bersatunya perbedaan dan keberagaman yang dimiliki Indonesia. Terlebih saat kegiatan pembacaan kitab suci dari enam agama di Indonesia dilaksanakan di Forestero Hall Kampung Coklat Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, selasa siang (5/12). Di acara itu, semua pemeluk agama bersatu serta bergantian melantunkan ayat-ayat suci dari kitab suci
masing-masing.

Keenam agama itu adalah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu. Kegiatan ini diramaikan sebanyak 1.500 pelajar di Kota/Kabupaten Blitar dan sekitarnya. Mereka tampak antusias dan khusyuk melantunkan ayat-ayat suci dari masing-masing kitab suci yang dianut.

“Tujuan Kirab Pemuda ini kan agar para pemuda rasakan keanekaragaman Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tagline “Berani Bersatu” menjadi pas karena ketika keliling Indonesia, para pemuda melihat kekayaan Indonesia mulai budaya, agama, kekayaan laut, juga ras dan etnik. Melalui baca kitab suci ini, juga menjadi momentum bagi para pemuda menjadi tahu keberagaman sekaligus menghormati sesama pemeluk agama karena saya yakin tidak semua pemuda tahu bagaimana pemeluk agama lain melantunkan ayat suci dari kitab yang dianut,” ungkap Asdep Peningkatan Iptek dan Imtaq Pemuda Kemenpora Esa Sukmawijaya di Blitar, Selasa (5/12).

Esa berharap, setelah para pemuda mengetahui keanekaragaman agama di Indonesia melalui pembacaan kitab suci ini bisa memandangnya sebagai anugerah dari Allah SWT. Kemudian bisa memanfaatkan potensinya untuk kebaikan masyarakat luas. “Ini bukti kebhinekaan yang mencakup agama selain rasa nasionalis. Kebhinekaan sesuai Pancasila pada butir pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa harus tertanam terus pada generasi muda, apalagi era sekarang para pemuda khususnya pelajar terus dicekoki gadget dan luasnya teknologi,” ujarnya.

Baca Juga :  Peringati Waisak dengan Saling Menghargai

Acara pembacaan kitab suci di Kampung Cokelat di Blitar ini ditutup dengan pembacaan ikrar pemuda lintas agama. Mereka juga menandatangani kesepakatan untuk saling menjaga keberagaman beragama. Penandatangan juga disaksikan peserta sekaligus penonton dari sejumlah pelajar di Kota dan Kabupaten Blitar dan sekitarnya.

Kirab Pemuda 2017 sendiri digerakkan pada 26 September silam. Program andalan Kemenpora ini akan berakhir di Blitar. Di Bumi Bung Karno, penutupan program Kirab Pemuda diisi dengan berbagai kegiatan mulai 5 sampai 8 Desember. Kegiatan pada Selasa (5/12), diisi dengan pawai dari Kabupaten Blitar menuju Komplek Makam Bung Karno di Kota Blitar. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan kitab suci lalu jamuan makan malam oleh Wakil Wali Kota Blitar Santoso di Balaikota Blitar. Pada kesempatan itu peserta Kirab Pemuda memamerkan kreativitas di depan Wakil Wali Kota Blitar beserta undangan berupa kesenian dan nyanyian lagu daerah. Menurut rencana, Rabu (6/12) Menpora Imam Nahrawi, Menko PMK Puan Maharani akan menyerahkan secara langsung piagam/sertifikat dan Penyematan PIN kepada peserta Kirab Pemuda.

Kirab Pemuda Nusantara 2017 diikuti perwakilan total 72 pemuda dari 34 provinsi di Indonesia yang terbagi dalam dua zona. Zona satu bergerak dari Miangas menuju Sabang, Aceh. Sedangkan zona dua dari Rote Ndao, NTT menuju Merauke dan semuanya bertemu di Blitar Jawa Timur sebagai titik pamungkas. Mereka ketemu di Blitar setelah keliling Indonesia selama 72 hari di 100 kota/kabupaten lebih. (kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!