Pembuktian Profesionalisme!

TAK LAGI MOGOK: Para pemain SFC antusias latihan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, kemarin (6/6). Hamzah dan kolega sempat mogok dua hari karena gaji telat. Foto: Budiman/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Para pemain Sriwijaya FC sudah tak mogok latihan lagi. Hamka Hamzah dan kolega sudah kembali merumput di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, kemarin (6/6) sore.

Klub kebanggaan masyarakat Sumsel ini dijadwalkan pagi ini (7/6) terbang ke Banjarmasin. Anak asuh Rahmad Darmawan akan hadapi Barito Putera pada laga ke-13 Liga 1 2018 di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, besok (8/6).

Para penggawa klub berjuluk Laskar Wong Kito ini kembali berlatih setelah manajemen menyelesaikan pembayaran gaji sesuai dengan janji. Yakni kemarin siang. Seperti diungkapkan Manajer Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Robby Omar. “Tadi siang sudah kita bayar untuk April. Sementara untuk Mei akan dibayar sesuai tenggat waktu yakni tanggal 10 (Juni),” katanya.

Hal inilah yang membuat pemain mulai kembali bersemangat ke lapangan untuk berlatih. Kendati menurut pelatih Rahmad Darmawan, dengan tidak berlatihnya pemain dalam dua hari terakhir Senin malam (4/6) dan Selasa siang (5/6) akan berpengaruh pada performa fisik jelang laga melawan Barito.

Sehingga RD, sapaan Rahmad Darmawan, akan meminta Hamka Hamzah dan kolega bermain efisien (menghemat tenaga), dengan memaksimalkan kecerdasan bermain menghadapi tim asuhan Jackson F Thiago tersebut.

“Saya minta efisien untuk memaksimalkan setiap peluang di pertandingan nanti, sebab Barito merupakan tim kuat dengan materi pemain dan pelatih yang di atas rata-rata,” ujarnya.

Baca Juga :  Disini Jangan Rebutan Kapten !!!

Sesi latihan ringan kemarin juga diisi dengan menerapkan beberapa taktik. Utamanya, selain set piece yang memang jadi andalan di beberapa pertandingan terakhir, skuat Jakabaring juga diminta untuk memaksimalkan membentuk crossing dari sisi sayap. Agar bisa mencuri poin dari kandang lawan yang kini bertengger satu strip di atas Sriwijaya FC, di peringkat kedua.

Selisih satu poin antara kedua tim akan memengaruhi tensi pertandingan. Sama-sama ingin menang dan menguasai puncak klasemen sebelum libur Lebaran jadi misi lain dari kedua tim. Rahmad, tentu tak mau kecolongan. “Saya yakin pemain tetap profesional dan segera melupakan permasalahan yang terjadi saat bertanding, berada di dalam lapangan,” ujarnya.

Apalagi, sebagai pemain profesional dan rata-rata telah mengisi skuat timnas, Rahmad yakin Laskar Wong Kito akan segera bangkit. Di sisi lawan, Barito baru saja mengalami kekalahan dramatis dari PS TIRA saat bertandang ke Bantul, tentu menurut Rahmad akan jadi motivasi terbalik bagi calon rivalnya tersebut. Selain bertanding di hadapan pendukung tuan rumah yang dikenal loyal.

Beberapa pemain, menurut Rahmad, memang telah berada di Jakarta dan akan langsung bergabung dengan tim. Sementara di Palembang, rencananya petang ini akan dilakukan prosesi pergantian direksi.

Baca Juga :  Kejar Poin Laga Pembuka

Direktur Utama, IGB Surya Negara akan digantikan oleh Muddai Madang sebagai pelaksana tugas, untuk mengatasi permasalahan yang mendera skuat Jakabaring di dua bulan terakhir. Selain tunggakan gaji dan ofisial, juga masalah sponsorship yang menjadi kendala.

Muddai, seperti disampaikan oleh Direktur Keuangan, Augie Bunyamin bukanlah orang baru di Sriwijaya FC. Menjabat sebagai komisaris dan punya jaringan secara nasional dan internasional, diharapkan memberi angin segar bagi kendala saat ini.

Apalagi merunut pada target di awal musim, dimana Presiden Klub dan manajemen menargetkan Sriwijaya FC akan finis di tiga besar, sehingga dapat berlaga di ajang yang lebih tinggi, level Asia. Bukan hal mudah, jika kendala terjadi secara terus menerus. “Dengan pergantian ini, semoga semuanya tidak ada lagi permasalahan yang terjadi,” ungkap Augie.

Momentum pergantian ini, lanjutnya harus jadi pelecut untuk merajut semangat bagi seluruh anggota tim dan manajemen agar bisa bekerja lebih baik lagi ke depan. Sebab, prestasi sudah ditunjukkan oleh penggawa Sriwijaya FC yang menurut Augie memang patut diapresiasi. “Hanya saja, terkadang permasalahan ini didramatisir oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Ke depan, kita semua berusaha lebih baik lagi,” kata Augie.

Baca Juga :  Siap Tunjukkan yang Terbaik

Musim ini, Sriwijaya FC sendiri dihuni oleh sejumlah pemain tenar yang didatangkan oleh manajer Ucok Hidayat diawal musim. Untuk rata-rata setiap pertandingan awal, tim harus menyiapkan dana segar sebesar Rp200 juta.

Sementara untuk setiap bulannya, dana sebesar sekitar Rp2 miliar, harus disiapkan untuk menggaji sebanyak 29 pemain dan ofisial. Inilah yang menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh Muddai Madang selaku pelaksana tugas.

Termasuk, menyelesaikan proses transfer dana sponsorship, dari BUMN, seperti PT BA, Bank SumselBabel, dan PT Semen Baturaja, BUMD seperti PD PDE dan juga perusahaan multi nasional macam Smartfren dan Kuku Bima.

Bila perlu, Sriwijaya FC di tangan Muddai Madang diharapkan untuk bisa menambah sponsor guna menutupi kebutuhan hingga akhir musim mendatang. Harapan besar inilah yang akan diembannya usai prosesi pergantian Direktur Utama petang ini. Muddai sendiri masih tetap enggan berkomentar. “Tanya ke manajemen saja ya, dik,” kata dia. (aja/ion/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!