Pemerataan Sekolah Favorit

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel Drs Widodo MPd. Foto: Kris/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 bakal berbeda. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah menerapkan sistem zonasi jenjang SMP dan SMA. Penerapan itu untuk pemerataan mutu dan peningkatan sekolah berkualitas.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel Drs Widodo MPd mengatakan, sistem ini untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan Sumsel dalam penambahan sekolah favorit dan bonafit. “Sistem zonasi hanya untuk masuk SMP dan SMA, sedangkan jenjang SMK tidak berlaku sistem zonasi,” ujarnya, belum lama ini.
Dikatakan, sistem zonasi pada prinsipnya 90 persen diperuntukan bagi siswa yang berdomisili pada radius zona terdekat dari sekolah. Kemudian 5 persen untuk siswa berprestasi yang berdomisili di luar radius terdekat dari sekolah. Sisanya 5 persen untuk siswa yang berdomisili di luar radius zona terdekat dengan alasan khusus.
“Sistem zonasi ini supaya 2-3 tahun ke depan akan terjadi pemerataan sekolah favorit, yang syaratnya domisili sesuai alamat kartu keluarga, dan radius terdekat ditetapkan pemerintah daerah setempat,” terangnya.
Lanjutnya, aturan kebijakan zonasi mendapat pengecualian satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat dan SMK. “Alasannya setiap SMK mempunyai bidang keahlian masing-masing sehingga peminatannya pun berbeda,” ujarnya.
Lanjut Widodo, kebijakan ini juga diharapkan bisa menghilangkan eksklusivitas dan diskriminasi di sekolah negeri. Selain itu membantu pemerintah dalam perhitungan kebutuhan dan distribusi guru. “Sumsel dipastikan akan siap dalam menerapkan kebijakan tersebut apabila memang sudah menjadi kebutuhan pemerataan pendidikan. Kompetisi ini indikatornya sebagai prioritas. Dengan harapan semua sekolah mendapatkan siswa yang merata,” tandasnya. (nni/nan/ce4)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!