Penantian 5 Tahun, Dapat Kembar 3

450
MASIH SIAPKAN NAMA: Dokter dan perawat RS Siloam Sriwijaya, menggendong tiga bayi kembar dari pasutri Della Hapsari dan Lina Trinadewi. Hingga kemarin, ketiga bayi tersebut masih dipersiapkan namanya. FOTO: KRIS SAMIAJI/SUMEKS

PALEMBANG – Penantian panjang Della Hapsari dan Lia Trisnadewi, berbuah manis. Rona bahagia menyelimuti pasangan suami istri (pasutri) ini, setelah lima tahun menanti sang buah hati. Kini, pasutri ini dikaruniai tiga anak kembar sekaligus melalui program bayi tabung.

Dua berjenis kelamin perempuan, satu laki-laki. “Ketiga bayi ini lahir Selasa (17/4), pukul 15.01 WIB yang perempuan, 15.02 WIB yang laki-laki, dan 15.03 WIB yang perempuan lagi. Masing-masing berselang waktu satu menit,” terang dr Aerul Cakra SpOG KFer.

Lia melahirkan melalui operasi caesar di RS Siloam Sriwijaya. Meski berat badan ketiga bayi itu masing-masing 2,2 kg, namun kondisinya sehat. Della menjelaskan mereka akhirnya memilih program bayi tabung atas rekomendasi dr Cakra. “Proses bayi tabung dilakukan di Jakarta, sekaligus dokter di sana yang menanganinya,” ujarnya.

Selama satu bulan, sang istri disarankan untuk bedrest agar proses bayi tabung berhasil secara maksimal. Diakuinya, proses bayi tabung yang pertama sempat gagal. Yang kedua, doanya dikabulkan. Tidak satu, tapi langsung tiga sekaligus. “Sejak usia kandungan memasuki dua bulan, dokter sudah memeriksa kalau bayi kami ada tiga,” kenangnya.

Apa yang dirasakan istrinya, lanjut Della tidak berbeda dengan wanita hamil biasanya. Sampai dua bulan pertama, mengalami mual-mual dan muntah. Kondisinya sempat drop, sampai harus dirawat di RS Siloam Sriwijaya satu minggu. Usia kehamilan empat bulan hingga tujuh bulan, ngidam makan pisang goreng di tempat yang diinginkannya.

Baca Juga :  Bahaya Pecah Ketuban Dini

“Istri bilang, pisang goreng di sana enak. Seminggu bisa empat kali beli, setiap pagi,” tuturnya tersenyum. Untuk pemeriksaan kehamilan hingga enam bulan, dua minggu sekali kontrol ke dokter kandungan. Memasuki usia kehamilan tujuh bulan hingga mendekati kelahiran, seminggu sekali. “Masih didiskusikan dulu menyiapkan soal nama,” tambah Della. (qiw/air/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!