Pendidikan Pancasila Ala UKP Pancasila

Oleh: ISWADI

Pendidikan harus dilaksanakan karena memberikan peranan yang sangat penting baik itu untuk diri sendiri, orang lain ataupun negara. Untuk diri sendiri keuntungan yang didapat adalah ilmu, untuk orang lain kita bisa mengajarkan ilmu yang kita ketahui kepada orang yang masih awam. Kemudian untuk Negara jika kita pintar maka kita akan mengangkat nama baik Negara kita di dunia internasional.
Pancasila sebagai pedoman pelaksanaan pembaharuan sistem pendidikan memiliki peranan yang sangat penting yaitu diharapkan mampu mendukung upaya mewujudkan kualitas masyarakat Indonesia yang maju dan mampu menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Wajib Belajar 12 tahun merupakan implementasi dari pancasila sebagai ideologi negara yang merupakan program bersama antara pemerintah, swasta dan lembaga-lembaga sosial serta masyarakat. Penuntasan Wajib Belajar 12 tahun adalah program nasional. Oleh karena itu, untuk mensukseskan program itu perlu kerjasama yang menyeluruh antara pemerintah, swasta dan lembaga-lembaga sosial serta masyarakat, karena program ini sangat baik untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab kita semua terhadap masa depan generasi penerus bangsa yang berkualitas serta upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
Presiden Joko Widodo telah resmi membentuk Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP Pancasila) pada Juli 2017 yang lalu. Unit ini bertugas untuk memberikan masukan kepada presiden, serta mengkoordinasikan penguatan ideologi bangsa dan negara ini keseluruh lapisan masyarakat Indonesia. Salah satu peran dari dibentuknya UKP Pancasila ialah merumuskan konten pendidikan Pancasila yang baru. Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, pendidikan Pancasila yang digagas oleh UKP Pancasila sangat dibutuhkan untuk saat ini karena kehidupan di Indonesia saat ini sudah haus dengan formula pendidikan yang cocok. Implementasi fungsi Pancasila sebagai pandangan hidup, juga akan menentukan keberhasilan fungsi Pancasila sebagai dasar Negara. Jika setiap warga negara telah melaksanakan Pancasila sebagai pandangan hidup (mempunyai karakter atau moral Pancasila), ketika yang bersangkutan diberi amanah menjadi penyelenggara Negara tentu akan menjadi penyelenggara Negara yang baik, paling tidak akan berusaha untuk menghindari tindakan-tindakan yang melanggar norma-norma hukum maupun norma moral.

Baca Juga :  Keberagaman itu Takdir Indonesia

UKP Pancasila Untuk Pendidikan Indonesia :

Pendidikan pada hakikatnya adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan atau keahlian dalam kesatuan organis harmonis dinamis, didalam dan diluar sekolah dan berlangsung seumur hidup. Oleh karena itu pengembangan pendidikan haruslah berorientasi kepada dua tujuan, yakni untuk pembinaan moral dan intelektual. Moral tanpa intelektual akan tidak berdaya. Intelektual tanpa moral akan berbahaya, karena seseorang dapat menggunakan kepandaiannya itu untuk kepentingannya sendiri dan merugikan orang lain. Selain itu pendidikan juga suatu proses secara sadar dan terencana untuk pembelajaran peserta didik dan masyarakat dalam rangka membangun watak dan peradaban manusia yang bermartabat. Ialah manusia-manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghargai sesama, santun dan tenggang rasa, toleransi dan mengembangkan kebersamaan dan keberagaman, membamgun kedisiplinan dan kemandirian, sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Oleh karena itu, proses dan isi pembelajaran hendaknya dirancang secara cermat sesuai dengan tujuan pendidikan. Pada tahap selanjutnya akan menjadi potensi bagi proses pembelajaran yang berkualitas.
Sedangkan untuk saat ini pendidikan di Indonesia selama ini dianggap terlalu mahal dan menguntungkan pihak atau masyarakat yang mampu serta masyarakat yang mempunyai kekayaan lebih sehingga mereka mampu menyekolahkan putra putrinya bahkan sampai ke luar negeri sekalipun untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan memadai, sebaliknya dengan warga miskin atau warga kurang mampu banyak yang kesulitan untuk menyekolahkan anaknya minimal memenuhi target pemerintah untuk program wajib belajar 12 tahun sampai lulus SMA atau lulus sekolah menengah tingkat atas, para orang tua ini bahkan terpaksa menyuruh anaknya untuk bekerja dan putus sekolah untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Kemudian pemerintah melakukan gebrakan melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud RI), yaitu dengan cara mencanangkan program sekolah gratis wajib belajar 12 tahun sampai lulus SMA khusus siswa yang sekolah di SD, SMP, SMA negeri kecuali sekolah yang sudah bertaraf internasional agar para anak-anak penerus bangsa ini tidak bodoh dan buta huruf dengan harapan agar pendidikan di Indonesia menjadi bertambah maju. Sehingga pelaksanaan wajib belajar 12 tahun dilaksanakan diberbagai penjuru kabupaten-kota di Negara ini. Setelah semua masyarakat sepakat dengan konsep tersebut, maka tugas kita bisa bersama-sama untuk memajukan pendidikan. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru atau sekolah, melainkan seluruh warga Negara terutama orang tua.
Pendidikan adalah investasi jangka panjang, pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Bagaimana agar program sekolah gratis bisa efektif dan tepat sasaran untuk anak-anak miskin dan kurang mampu agar mau mengikuti program sekolah gratis dan bagaimana bentuk atau cara-cara jitu pemerintah dan pihak sekolah agar orang tua murid mau melepas anak mereka untuk bersekolah kembali. Setiap program yang dicanangkan oleh pemerintahan tentunya harus sesuai dengan peraturan yang berlaku di Negara ini, sudah pasti yaitu pancasila yang merupakan sumber dari segala sumber hukum. Sehingga proses pelaksanaannya harus disesuaikan dengan pancasila.
Hampir semua bangsa menempatkan pembangunan pendidikan sebagai prioritas utama dalam Program Pembangunan Nasional. Sumber daya manusia yang bermutu yang merupakan Produk Pendidikan dan merupakan kunci keberhasilan suatu Negara. Kemudian juga UKP Pancasila diharapkan dapat menjadi pelopor dalam mengkampanyekan Pancasila sebagai pedoman dalam pemerintahan di Indonesia, untuk mewujudkan negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Sehingga perkembangan dalam segala aspek dapat berjalan dengan baik, salah satunya adalah aspek pendidikan yang berpegang teguh pada nilai-nilai luhur Pancasila.

Baca Juga :  Pendidikan Inklusi Membentuk Karakter Kebinekaan

*Peneliti Rumah Citra Indonesia,

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!