Pengamanan Ring 1 sampai Mal

SIMULASI: Simulasi pengamanan sedini mungkin di venue Aquatic Jakabaring Sport City (JSC), kemarin (6/4). Foto: Budiman/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Segenap jajaran Polda Sumsel betul-betul serius menyambut perhelatan Asian Games 2018, pada 18 Agustus-2 September 2018 mendatang. Tak heran pengamanan pun jadi fokus utama, salah satunya lewat simulasi pengamanan sedini mungkin di venue Aquatic Jakabaring Sport City (JSC), kemarin (6/4).
“Ini tak hanya mempertaruhkan nama Sumsel, tapi Indonesia. Makanya harus dipersiapkan sebaik mungkin. Termasuk dalam hal pengamanan venue-venue pertandingan,” kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat memimpin latihan simulasi wanteror kesiapan pengamanan venue Asian Games, kemarin.
Dia menjelaskan, kunci keberhasilan pengamanan sangat bergantung pada kecepatan dan ketepatan bertindak. “Sudah kami susun sistem pengamanannya. Petugas akan ada di setiap venue mulai dari ring 1, ring 2, dan ring 3,” jelasnya. Begitupun pengamanan terbuka dan tertutup, serta pengamanan bagi setiap atlet dan ofisial yang akan bertanding.
Zulkarnain menyebut dalam pengamanan ini pihaknya menerjunkan sekitar enam ribu lebih personel. Selain mengamankan venues, petugas juga akan menjaga tempat-tempat wisata dan mal-mal di Kota Palembang. Karena lokasi itu juga kemungkinan dikunjungi atlet dan ofisial Asian Games 2018.
Sementara itu, saat simulasi kemarin sejumlah personel Jibom Satbrimobda Polda Sumsel memeragakan beberapa pengamanan. Meliputi pengamanan dari ancaman dan peledakan bom, pengamanan bahan berbahaya yang diduga mengandung zat kimia beracun, hingga pengamanan dari pelaku kerusuhan yang berpotensi mengganggu kelancaran selama pertandingan Asian Games.
Selain simulasi, sosialisasi Asian Games juga sudah dilakukan sejak dini. Ini lantaran masih banyak masyarakat Sumsel yang justru belum tahu event internasional tersebut. “Sangat kita sayangkan, event ini belum banyak diketahui masyarakat. Terbukti ketika kita melakukan tanya jawab Asian Games, jawaban yang diberikan mengecewakan,” terang Gubernur Sumsel, Ir H Alex Noerdin.
Itulah kenapa pihaknya kini makin gencar sosialisasi, salah satunya sosialisasi Asian Games di kediaman Kms HA Halim, kemarin (6/4). “Untuk mendukung dan menyukseskan event internasional ini bukan hanya menjadi kewajiban pemerintah, tapi juga seluruh lapisan masyarakat Sumsel terutama di Kota Palembang,” tuturnya.
Karena, event ini juga nanti membawa dampak positif bagi masyarakat itu sendiri terutama di bidang ekonomi. “Contoh, dengan banyaknya kedatangan wisatawan, masyarakat pun bisa menjual suvenir, kerajinan tangan, atau kuliner,” bebernya. Lalu bayangkan juga dampaknya setelah event itu terlaksana.
“Sekarang saja 6,5 ton pempek dikirim ke luar negeri rutin, apalagi ketika dan setelah Asian Games digelar. Tentu permintaan pempek bisa meningkat signifikan,” bebernya. Camat Ilir Timur III, Muflih menambahkan sosialiasi ini memang harus digencarkan, agar seluruh masyarakat ikut memberikan dukungan. “Pemahaman masyarakat betapa pentingnya Asian Games harus ditingkatkan agar mereka bisa ikut menyukseskannya,” cetusnya.
Tokoh masyarakat Sumsel, Kms H A Halim, mengatakan, dirinya sebagai bagian dari masyarakat Sumsel bangga dengan pelaksanaan Asian Games di Kota Palembang. Paling tidak ini sebagai bukti Palembang dikenal mancanegara. “Kita harus ambil sisi positifnya. Semoga ini bawa kebaikan bagi warga Palembang terutama dalam mensejahterakan masyarakat. Paling tidak pembangunan yang ada saat ini terus bergerak maju ke depan,” pungkasnya. (kms/afi/fad/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!