Penginapan Atlet Dijaga Ketat

Nirmala Dewi

PALEMBANG – Selama gelaran Asian Games, sistem pengamanan dan akses bagi para pengunjung masuk bakal cukup ketat. Bahkan ada satu wilayah dan batasan aksesnya akan sangat terbatas dan khusus.
“Dari beberapa wilayah, penginapan atlet adalah yang paling central. Karna memang, ini adalah wilayah yang paling steril saat gelaran Asian Games nanti,” ungkap Nirmala Dewi Staf Khusus Ketua Umum Panitia Penyelengara Asian Games (Inasgoc), Kamis (24/5).
Hal itu yang harus dipahami oleh seluruh masyarakat umum nantinya. Terutama yang akan menyambangi penginapan atlet. Itu dilakukan sudah sesuai dengan aturan regulasi yang ada di Asian Games, ataupun multievent besar.
Aturan itu dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada seluruh atlet-atlet negara luar yang ingin fokus dalam pertandingan nanti. Baik itu di pusat host city Jakarta, ataupun Palembang.
“Yah memang sangat ketat. Jadi tidak sembarangan. Jadi hanya yang menggunakan ID (identitas) khusus, dalam akses village yang bisa masuk. Selebihnya tidak bisa,” terangnya.
Khusus di Palembang, kurang lebih ada 3300 atlet dan official luar negeri yang akan datang. Semuanya akan di tampung terpusat pada komplek Jakabaring Sport City (JSC), mulai dari Wisma Atlet lama, dan gedung baru Rusunawa dan Rusunami.
Khusus untuk gedung tersebut, rencananya akan ada sekat batasan khusus area. Diperkirakan sekat dan pengamananya dimulai dari batas wisma lama, rusunawa, Poltekpar, dining hall, hingga rusunami.
“Ini sebagai antisipasi besar kita. Kekhawatiran terhadap kemungkinan adanya penyusup-penyusup, dari semua kalangan. Yang nantinya bisa membahayakan keamanan atlet,” terang Direktur promosi dan suponsorship Sriwijaya FC itu.
Sementara itu, relawan dan peliput Asian Games XVIII/2018 bebas keliling Jakarta. Itu menyusul putusan Pemerintah Daerah DKI Jakarta yang membebaskan biaya naik Transjakarta. Putusan ini diambil dalam rapat bersama antara Pemprov DKI Jakarta dengan Panpel Asian Games alias INASGOC di Ruang Rapat Gubernur DKI Jakarta kemarin
(24/5).
“Kami dari pemerintah DKI Jakarta akan memberikan bebas biaya bagi pengguna transjakarta, khusus untuk wartawan peliput Asian Games dan relawan,” terang Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
DKI Jakarta sebagai tuan rumah Asian Games ke-18 bersama Palembang akan memberikan berbagai servis untuk para keluarga Asian Games, terkhusus awak media.
Awak media dan relawan yang sudah terakreditasi dapat menggunakan transportasi umum miliki DKI Jakarta yaitu Transjakarta. Dengan menunjukkan kartu akreditasi, wartawan maupun relawan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk dapat memakai Transjakarta selama game times. Jadi mereka bisa keliling Jakarta gratis selama Asian Games 2018. (cj11/kmd/gsm)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!