Penipuan Poris Berantai Raup Miliaran Rupiah

Penyidik Pidsus Satrekrim Polres Muba Brigadir Santy Wijaya SH menerima laporan Ria Sefti Angriani. Foto: Yudi/Sekayu

Ratusan Member Jadi Korban

SEKAYU – Ratusan orang yang menjadi memper arisan online atau poris berantai di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menjadi korban. Karena uang memberi digelapkan oleh owner sekaligus member 1.

Kapolres Muba AKBP Rahmat Hakim Sik melalui Kasat Reskrim Polres Muba AKP Arif Mansyur saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima beberapa laporan korban Poris Berantai yang bernilai miliaran rupiah itu. “Kita masih melakukan penyelidikan,” katanya, kemarin.

AKP Arif Mansyur mengaku, pihaknya telah memeriksa korban dan mengumpulkan barang bukti. Seperti bukti korban mentransfer uang dari puluhan juta hingga ratusan juta. ”Kita pun telah menyita beberapa barang aksi poris berantai tersebut,” tuturnya seraya mengaku, belum bisa berkomentar siapa yang bertanggungjawab atas dugaan penipuan tersebut.

Diketahui, kejadian bermula saat hebohnya poris berantai yang dipublikasikan owner (pengerak arisan) di jejaring sosial (Facebook) sejak Januari 2017. Poris berantai ini menjanjikan keuntungan besar bagi member yang mengikutinya.

Modusnya, saat dipublikasi di Facebook, masyarakat yang tergiur ikut menjadi member 1 dengan menyetor Rp2 juta dan kepada member 2 menyetor Rp1 juta dalam satu slot (babak) melalui transfer rekening. Namun, sistemnya diatur dan dikomandoi owner dalam batas waktu 15 hari per slot. Di hari pertama, member 2 menyetor uang ke member I Rp1 juta melalui owner. Lalu, owner memotong biaya administrasi Rp200 ribu dan kirim Rp2,8 juta ke member 1. Artinya member 1 terima keuntungan sebesar Rp800 ribu, dalam penyetoran sebesar Rp2 juta. Lalu diakhir slot pada 15 hari, sebaliknya member 1 membayar ke member 2 sebesar Rp2 juta melalui owner. Owner kembali memotong administrasi Rp200 ribu dan mengirim Rp2,8 juta ke member 2.

Baca Juga :  Ustaz ini Kecelakaan di Tasikmalaya

Besarnya keuntungan yang didapat selama 15 hari, membuat banyak orang tertarik. Jumlah owner pun bertambah. Ratusan member mengikuti slot poris berantai tersebut. Banyak member mengikuti hingga ratusan slot demi medapatkan keuntungan yang makin besar.

Setelah banyak member yang menyetor, ternyata pada 28 Maret lalu, transferan mulai macet. Kondisi itu membuat ratusan member yang telah menyetor resah. Karena menduga owner dan member 1 diduga melarikan diri dengan membawa kabur uang arisan. Akibatnya peserta poris berantai itu melapor ke Mapolres Muba.

Salah satu korban, Ria Sefti Angriani, kemarin (19/4) melapor ke Mapolres Muba. Ia mengaku, bergabung dengan Poris berantai pada akhir Februari lalu. Setelah beberapa kali merasakan keuntungan, ternyata pada akhir Maret lalu terjadi kemacetan transferan keuntungan. “Saya mengalami masalah mulai 20 Maret. Saya tak terima transfer keuntungan lagi,” tuturnya, Penyebabnya member I bernama Sulistriana telah kabur membawa uang miliknya beserta anggota lainnya.

Penyidik Pembantu Unit Idik II Pidana Khusus Satreskrim Polres Muba, Brigadir Santy Wijaya SH mengatakan, ada sekitar 500 member menjadi korban poris berantai itu. Banyak korban dari Sekayu, Palembang serta Bangka. “Kebanyakan korban berasal dari Kota Sekayu dan mencapai 80 persen,” ucapnya.

Baca Juga :  Buru Pelaku, Bentuk Tiga Tim

Memang, lanjut dia, dari hasil penyelidikan yang bertanggungjawab atas permasalahan tersebut adalah owner. Karena owner yang penggerak arisan berantai. Meskipun diduga uang milik member dilarikan member 1 bernilai miliaran rupiah. Karena pelaku Sulistriana yang akrab disapa member 1 diduga melarikan uang Rp600 juta. “Ini belum member 1 lainnya,” cetusnya. (yud/ce4)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!