PERADI Garansi Tindak Advokat Nakal

Thomas Tampubolon

JAKARTA -Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN PERADI) siap menindak para advokat nakal. Sejauh ini, ada 104 advokat di seluruh Indonesia telah menerima hukuman karena melanggar kode etik. Mayoritas masalah yang membuat mereka dihukum adalah kelalaiannya menjalankan tugas dan kewajibannya kepada klien.

“Ada sekitar 104 advokat seluruh Indonesia sejauh ini yang telah menerima hukuman. Penyebabnya macam-macam, ada yang menelantarkan kliennya, menjanjikan bisa memenangkan perkara. Saya gak bisa jawab pasti, tapi kasus yang banyak ya menelantarkan klien. Jadi setelah menerima honor atau bayaran tapi perkaranya gak ditangani secara benar,” ucap Sekjend DPN PERADI Thomas Tampubolon saat acara Pelantikan Pengurus DPC PERADI Jakarta Pusat Periode 2018-2023 di Hotel Pullman,
Jakarta, Jumat malam (20/4).

Thomas menjelaskan, bentuk sanksi atau hukuman terhadap para Advokat nakal pelanggar
kode etik itu berbagai macam. Ada yang diberikan skorsing selama setahun dengan tidak boleh bertugas sebagai Advokat serta diberhentikan dari profesinya sebagai Advokat jika menerima hukuman sampai di atas empat tahun.

“Ini sebagai bentuk kongkret dari langkah pengawasan dan penindakan terhadap Advokat yang melanggar kode etik dan itulah yang akan kita bangun kembali citra positif terhadap Advokat,” ucapnya.

Thomas berharap, fungsi dan peran PERADI selaku organisasi induk dari para Advokat di level cabang untuk bisa bekerja semaksimal mungkin dalam melakukan pendidikan untuk para advokat advokat baru dalam membentuk karakter yang berintegritas serta bertugas berdasarkan kode etik dan undang-undang.

Baca Juga :  111 Advokat Dilantik

Bak gayung bersambut, Ketua DPC Peradi Jakarta Pusat Arman Hanis mengatakan, dengan pelantikan dirinya sebagai ketua yang baru maka fungsi dan kinerja organisasi akan lebih ditingkatkan lagi terutama dalam hal pendidikan advokat dan pengawasan advokat. Apalagi menurutnya saat ini ada 204 orang pengurus dan 3000an orang anggota yang sebagian besarnya adalah Advokat muda.

“Untuk menciptakan organisasi yang lebih kredibel,” tegasnya.

Untuk hilangkan kesan mahal dalam menangani kasus, Sekretaris DPC PERADI Jakarta Pusat Bobby Manalu menjelaskan bahwa pihaknya siap memberikan pembelaan hukum secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal tersebut juga merupakan amanah undang-undang advokat yang harus dijalankan bagi setiap advokat dan Organisasi
advokat.

“Kita punya divisi khusus pembelaan untuk masyarakat sifatnya probono (gratis). Jadi di DPC Peradi Jakarta Pusat jika masyarakat ada keluhan atau minta bantuan kita bisa berikan secara gratis. Sekretariat kita ada di Gedung Sarinah lantai 9 sementara ini kita punya pembelaan profesi dan bantuan hukum,” terangnya. (kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!