Perbarui Peta Bawah Laut

Ade Sopandi. Foto: JPG

JAKARTA – Penguatan Satuan Kapal Selam Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) berlanjut. Bukan hanya mendatangkan kapal selam baru, TNI AL juga tengah melakukan pemetaan bawah laut. Lewat Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal), mereka membuat peta bawah laut. Tujuannya tidak lain untuk menunjang operasi kapal selam.
Menurut Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi, operasi yang dilaksanakan oleh Pushidrosal sudah berbuah manis. Saat ini, tidak ada lagi persoalan berarti berkaitan dengan peta permukaan laut. ”Kalau peta permukaan nggak ada masalah memang,” imbuhnya kemarin (18/1).
Namun, tidak demikian dengan peta bawah laut. Meski sudah mulai dikerjakan, TNI AL perlu berbuat lebih banyak. Ade menjelaskan bahwa peta bahwa laut tidak kalah penting dengan peta permukaan laut. ”Untuk kepentingan militer,” ucap dia.
Karena itu, TNI AL memulai pemataan bawah laut dengan kemampuan Pushidrosal saat ini. Pekerjaan tersebut dilakukan guna memperbarui peta bawah laut yang ada dan digunakan selama ini. Meski peta tersebut masih bisa dipakai, namun TNI AL menilai berbagai perubahan yang terjadi perlu ditambahkan dalam peta bawah laut tersebut.
Senada dengan Ade, Kepala Pushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro menjelaskan, peta bawah laut sangat penting untuk kebutuhan militer. Khususnya operasional kapal selam. ”Kapal selam kan berlayarnya di bawah laut,” ujarnya.
Kapal selam sebagai salah satu alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL butuh peta bawah laut yang lebih baru guna menunjang tugas yang mereka emban. Untuk itu, Pushidrosal mengembangkan peta bawah laut yang ada. ”Untuk kepentingan pertahanan kita,” imbuhnya. Serupa dengan peta permukaan laut, peta bawah laut bisa mencakup banyak aspek.
Kepala Dinas Peneranganan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Gig J. M. Sipasulta menyampaikan bahwa pemetaan bawah laut tidak melulu soal kebutuhan militer. Melainkan turut membantu kebutuhan banyak pihak. Sebab, bukan hanya jalur untuk operasional kapal selam saja yang dipetakan. ”Tahu isinya (bawah laut) apa. Itu yang paling penting,” ucap dia.
Selain memetakan jalur operasi kapal selam, TNI AL juga bisa membantu pemerintah mengetahui lebih banyak sumber daya yang tersimpan di bawah laut. Untuk itu, pria yang lebih dikenal dengan panggilan Gig itu menyebutkan, pemetaan bawah laut punya banyak manfaat. ”Makanya saya bilang satu kali pukul tapi beberapa aspek kita dapat,” ujarnya.
Karena itu, sambung dia, TNI AL berupaya sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan Pushidrosal. Termasuk di antaranya kebutuhan kapal. Sebab, sampai saat ini mereka masih butuh tambahan kapal untuk melakukan pemetaan bawah laut. ”Kita harus punya,” ucap Gig. Tidak heran, matra laut berniat menambah empat kapal untuk Pushidrosal.
Dengan begitu, Pushidrosal tidak hanya mengandalkan KRI Rigel 933 dan KRI Spica 934 saja. Lebih lanjut, Gig menuturkan bahwa pemetaan bawah laut yang dilakukan oleh instansinya secara otomatis akan membantu penguatan satuan kapal selam yang juga tengah mereka lakukan. ”Kita punya peta untuk kapal selam itu kan sudah lama, sudah uzur istilahnya,” ucap dia.
Sejalan dengan pergantian zaman, kata Gig, juga terjadi perubahan di bawah laut. ”Banyak sekali perubahan,” tutur perwira tinggi (pati) TNI AL dengan satu bintang di pundak itu. Misalnya perubahan yang diakibatkan tenggelamnya kapal. Itu tidak hanya di satu atau di lokasi. Melainkan di banyak lokasi. Karena itu, peta bawah laut perlu diperbarui. (syn/air/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!