Peristiwa Terjebak di Gua di Thailand akan Dijadikan film Hollywood

Simulasi penyelamatan remaja dalam goa dilakukan SpaceX. Foto: Twitter @elonmusk/via REUTERS

BANGKOK – Berita mengejutkan sekaligus duka datang dari negara tetangga Indonesia yaitu Thailand. Satu tim sepak bola remaja beserta dengan pelatihnya terjebak di dalam gua di daerah Thailand Utara. Kabar tersebut sontak menghebohkan dunia, bahkan menarik produser film Hollywood untuk diangkat ke layar lebar.

“Ini akan menjadi sebuah film besar suatu hari nanti.” Demikianlah sentimen yang menggema di seluruh dunia, saat jutaan pasang mata menyaksikan operasi penyelamatan tim sepak bola remaja amatir di Gua Thailand — 12 laki-laki dan pelatihnya Ekkapol “Aek” Chantawong — yang terjebak di Gua Tham Luang, provinsi Chiang Rai, Thailand utara.

Tetapi bagi sebagian besar produser film Hollywood, kesempatan tersebut tidak akan disia-siakan begitu saja dan tak membutuhkan waktu lama. Kru film Amerika Serikat telah tiba di kaki gunung dari sistem gua tersebut pada hari ketiga operasi penyelamatan. Mereka ikut terlibat di dalamnya.

Sementara itu, dua produser Amerika sudah merencanakan proyek film yang menggambarkan kisah tim sepak bola bernama Wild Boars tersebut. Kedua pembuat film yakin bahwa karya yang mereka hasilkan akan merajai box office global.

Michael Scott, yang mengelola studio Pure Flix mengatakan kepada Australian Associated Press, “Saya kira ini akan jadi film Hollywood yang menggelegar”, demikian seperti dikutip dari News.com.au, Rabu (11/7/2018).

Scott dan rekannya Adam Smith telah mewawancara para pemain utama di sekitar situs gua Tham Luang, usai ketigabelas korban berhasil dikeluarkan. Selain keduabelas remaja dan pelatihnya, Scott dan Smith juga menggaet tim SAR luar negeri, Angkatan Laut Thailand SEALS, serta keluarga korban untuk mengisi peran.

Selain itu, mereka juga mencari hak paten untuk cerita mereka. “Karena akan ada rumah produksi lain yang datang, sehingga kami harus bertindak cukup cepat,” jawab Smith saat ditanya mengenai sikap mereka yang tidak toleransi.

Sementara itu, Scott yang menikah dengan seorang wanita Thailand dan telah tinggal di negara tersebut selama setahun tiga bulan, menegaskan bahwa tidak ada pemaksaan terhadap para tokoh utama selama proses pembuatan film berlangsung. “Saya memberi tahu mereka setelah kondisi stabil, saya ajak duduk bersama dan memulai wawancara mendalam,” papar Scott. (int)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!