Perjanjian Emosional Hingga 2019

MUNDUR SETAHUN : I Gusti Bagus Surya Negara Staf Khusus Gubernur Sumsel (kiri) bersama Ridwan Tumenggung beri keterangan pada awak media di Ruang Rapat Bina Praja, Jumat (8/9). FOTO : KONI SUMSEL

PALEMBANG – Sumsel batal menjadi tuan rumah MX GP 2018. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel lebih memilih fokus menjadi tuan rumah Asian Games XVIII/2018 bersama DKI Jakarta.

“Kami tidak bisa melalui ketentuan Inasgoc (panitia Asian Games) dan KOI (Komite Olahraga Indonesia). Bahwa menjelang Asiang Games harus steril dalam arti sarana dan prasarana, karena ada test event. Mohon dimaklumi semangat yang menggebu-gebu kami tidak berani melanggar kepentingan lebih besar Asian Games. Kita jaga baik-baik jangan dicederai,” ujar I Gusti Bagus Surya Negara, staf khusus Gubernur Sumsel pada awak media di Ruang Rapat Bina Praja, Jumat (8/9).

Kejuaraan motocross paling bergengsi di dunia ini sejatinya akan dilaksanakan di Sirkuit Jakabaring. PT Jakabaring Sport City sebagai pengelola kawasan pusat olahraga Jakabaring telah menyiapkan lahan 15 hektare persis di samping stadion menembak. 7 hektare untuk lintasan sepanjang 1,8 km dan sisanya kebutuhan tribun penonton, paddock peserta, panpel (RC dan OC) dan area parkir.
Bahkan dalam kalender Youthstream promotor MX GP sudah terpampang Palembang sebagai tuan rumah seri ke-11, 8 Juli 2018. “Coba kita bayangkan kalau kita mematangkan MX GP, penimbunan butuh empat bulan sekitar 150 kubik tanah. Kemudian tanah itu baru bisa mati 6 bulan. Ya, sekarang sudah September, sedangkan 17-23 Oktober sudah ada tes event voli pantai,” terang Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) ini.

Baca Juga :  Ayo Belajar Disiplin ke Negeri Tetangga

“Sehingga kami sudah surati promotor MX GP (A Judiarto selaku promotor lokal) untuk ditunda 2019. Jangan khawatir kita secara ikatan emosional sudah ada perjanjian meski tidak tertulis,” tukas wakil ketua KONI Sumsel ini.

Kenapa tidak dialihkan saja? “Karena asal muasalnya untuk promosi Asian Games dan mempromosikan JSC. Kita menjual JSC sebagai kawasan olahraga terintegrasi. Pertimbangan efisiensi kalau bangun di luar apakah ditinggal begitu saja usai pelaksanaan. Kalau di Jakabaring bisa diurus PT JSC. Sekali lagi mohon maaf pada para penggemar motocross, karena pak Gubernur (Alex Noerdin) berpikir ke depan bukan hanya untuk event internasional, namun juga buat pencinta dan crosser lokal,” terang dia.

Ridwan Tumenggung, staf pribadi Gubernur Sumsel menambahkan, 2019 kemungkinan juga akan dilaksanakan Juli. “Kalau kita ambil seri pertama (Februari) biasanya musim hujan. Karena kalau Juli ada break kompetisi. Jadi crosser akan berlibur sebelum mereka balapan. Harapan kita mereka bisa lebih lama berada di Palembang,” timpal Ridwan.

Pria yang juga penggagas MX GP di Palembang ini menambahkan meski mundur sponsor tetap komitmen. “Ada beberapa sponsor tetap akan support. Di antaranya perbankan dan perusahaan minyak. Bedanya MX GP, tuan rumah bebas cari sponsor. Sumsel juga akan dapat 35 persen dari penghasilan selama kejuaraan. Sedangkan untuk parkir penonton, ticketing, dan merchandise bisa dikelola sendiri. Kejuaraan disiarkan langsung FOX TV ke-123 negara. Jadi tepat untuk mempromosikan Sumsel ke dunia,” terang dia.

Baca Juga :  Petakan Venue Asian Games

MXGP pertama digelar 1957. Sama seperti MotoGP, event ini juga berada di bawah FIM (Federation Internationale de Motocyclisme). Seperti halnya MotoGP, seri MXGP juga dibagi dalam beberapa kelas. Selain MX GP ada kelas MX2. “Karena itu diikuti sekitar 60 peserta dari 42 negara. Nah, setelah Sumsel batal infonya ada beberapa daerah berebut. Seperti Jabar, Jatim, Jateng dan Mandalika,” terang dia. (ion/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!