Permintaan Kerupuk-Kemplang Naik Jelang Lebaran

Memenuhi permintaan pelanggannya Lebaran tahun ini Hendra melayani penggorengan kerupuk untuk didistribusikan hingga ke luar provinsi.

PALEMBANG–Sebagai salah satu pelengkap hidangan di hari Lebaran, membuat kerupuk kemplang sangat diburu. Bertambahnya permintaan membuat para pemasok bekerja lebih ekstra. “Sudah sejak Maret permintaan mulai meningkat di atas 50 persen,” kata Hendra sebagai pemilik usaha kerupuk/kemplang di Jalan Sukabangun II, Soak Simpur, kemarin.

Ayah dua anak ini yang sudah mendirikan pabrik sejak lima tahun lalu membuat kerupuk kemplang dengan ikan kakap. Ia mengatakan saat hari biasa produksi sekitar 100 kg atau dua karung per hari. Memasuki bulan Ramadan produksi bertambah menjadi 250 kg per hari. “Untuk hari-hari biasa kami biasa produksi kerupuk mentah saja,” katanya. Berbeda jika jelang Lebaran dirinya juga melayani langsung menggoreng dahulu kerupuknya.

“Biasanya kami juga sediakan kerupuk mawar dan tasik namun untuk momen Lebaran paling banyak pesanan kerupuk kemplang,” terangnya. Produksi kerupuknya dijual kepada konsumen grosir dan eceran. Harga kemplang reseller dimulai dari Rp38.000 per kg, dan Rp45.000 per kg untuk harga eceran.

Jangkauan distribusinya dimulai dari Kota Palembang hingga ke daerah-daerah. Dimulai dari Pangkalan Balai, Betung, Sekayu, Prabumulih, Muara Enim, Baturaja. Hingga keluar provinsi seperti Lampung dan Jogjakarta. Walaupun cukup ramai pembeli, Ia mengatakan penjualannya tidak seramai tahun lalu. “Saat ini tempat yang bisa produksi kerupuk sudah mulai banyak,” jelasnya.

Selain itu, harga sagu yang mulai naik di bulan Maret menjadi kendala. “Sejak Maret lalu, sagu sekarang harganya naik dari Rp400.000 menjadi Rp700.000 per 50 kg,” ucapnya. Kemudian cuaca juga memengaruhi proses produksi karena membantu proses pengeringan kerupuk. (cj14/lia/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!